7 Alasan Pentingnya Membuat Perencanaan Keuangan

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 09 Agustus 2020 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 320 2259268 7-alasan-pentingnya-membuat-perencanaan-keuangan-1nbTafLGd5.jpeg Perencanaan Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tujuan hidup setiap orang pasti berbeda dan beranekaragam. Begitu pula dalam mengelola keuangan, penting untuk memahami, serta membuat perencanaan keuangan agar dapat mencapai tujuan hidup tersebut.

Tujuan hidup sendiri ada seperti, membeli rumah atau kendaraan, tabungan pendidikan anak, perencanaan dana pensiun, dan sebagainya. Cara memperolehnya yakni dengan membuat perencanaan keuangan, menetapkan tujuan keuangan sedini mungkin.

Baca Juga: Daftar Usaha yang Berpotensi Cuan saat Ekonomi di Ambang Resesi 

Seperti dikutip dari buku "Succesful Financial Planner" oleh Prof. Dr. Adler H. Manurung, R.F.C., Lutfi T. Rizky, S.E., M.M., R.F.A., perencanaan keuangan adalah salah satu jalan yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk dapat memberi solusi terhadap permasalahan keuangan yang dihadapi.

Berikut merupakan hal-hal utama dalam melakukan perencanaan keuangan pribadi seperti dikutip Okezone, Jakarta, Minggu (9/8/2020).

Pertama, meliputi utang dan pengaturan kredit. Kredit harus dimonitor apabila perlu harus dikurangi untuk menghindari utang yang menumpuk dan tak terbayar, khususnya bagi utang-utang yang sifatnya konsumtif dan tidak produktif.

Baca Juga: PNS Sujud Syukur Gaji ke-13 Cair Besok di Tengah Covid-19 

Kedua, mengenai produk asuransi yang tepat untuk melindungi risiko pribadi seperti risiko kematian, cacat total, dan kehilangan pendapatan. Asuransi yang tepat sangat diperlukan untuk seseorang yang memiliki tanggungan keluarga. Asuransi perlindungan ini harus devaluasi secara berkala.

Ketiga, yaitu akumulasi kekayaan. Tabungan secara berkala dan program investasi berperan penting dalam menyeimbangkan portofolio investasi, contohnya sertifikat deposito, keamanan aset-aset, dan keamanan pendapatan tetap tergantung dari dua hal, yaitu tujuan keuangan dan toleransi risiko.

Keempat, mengenai investasi dan perencanaan properti. Dalam hal ini setiap orang memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana caranya agar aset yang dimiliki dapat berkembang maksimal dengan risiko yang tidak terlalu tinggi.

Kelima, tentang pajak. Pengalokasian aset tertentu secara tepat dapat mengurangi pajak perorangan.

Keenam, tentang pensiun. Perlu dilakukan perhitungan secara hati-hati dan detail untuk mengetahui pendapatan pensiun yang diinginkan untuk mempertahankan gaya hidup yang layak kelak.

Terakhir ketujuh, mengenai perencanaan warisan. Bagaimana caranya untuk meneruskan atau menurunkan harta kepada ahli waris dengan cara paling efektif. (dni)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini