20 Langkah Sederhana saat Menjual Properti

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 470 2259785 20-langkah-sederhana-saat-menjual-properti-9kxEhVmiCN.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Bisnis properti merupakan salah satu jenis usaha yang banyak diminati masyarakat. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dalam berbisnis properti.

Namun, dalam penjualannya, pelaku bisnis harus bisa menggaet para calon pelanggannya. Apalagi di kondisi pandemic saat ini, pelaku properti harus pintar-pintar mendekatkan diri dengan calon pembeli.

Seperti melansir dari buku 77 Rahasia Cepat Untung Bisnis Properti, karya Hermawan Wijaya, Jakarta, Senin (10/8/2020), berikut beberapa tips untuk para pelaku properti.

Baca juga: Angin Segar, Sri Muyani Bakal Subsidi Bunga KPR Tipe 70

1. Beri kesan sebaik mungkin dan posisikan diri dengan tepat sesuai pengalaman.

2. Selalu bersikap ramah meski banyak tuntutan dan menghadapi sikap tidak menyenangkan dari lawan bicara.

3. Selalu tulis alamat email pada kartu nama, brosur dan informasi lain yang dimaksudkan untuk disebarluaskan.

4. Anggap setiap presentasi kepada listing layaknya wawancara kerja, fokus dan tepat sasaran.

5. Setiap presentasi harus mencerminkan apa yang akan dilakukan pada rumah klien, terkait pemasarannya.

6. Buat jaringan sebanyak-banyaknya dengan bicara sesering mungkin setiap ketemu dengan orang baru, tentang apapun, sampai dapat prospek baru yang potensial.

Baca juga: Era Covid-19 Bikin Konsumen Lebih Cerdas Belanjakan Uang

7. Buat mailing list pribadi. Minimal tertera nama, alamat korespondensi baik rumah maupun email dan nomor telepon listing, termasuk di dalamnya kode negara. Selalu up date jika listing pindah atau ganti nomor telepon.

8. Harus menjamin alamat, nomor telepon, faks, telepon genggam dan alamat email yang disebarluaskan, mudah dihubungi.

9. Jika bekerja di sebuah agen properti atau menjadi broker properti, brosur pribadi harus mampu mengungkapkan keunggulan dan perbedaan dari broker lain.

10. Selalu tunjukkan bentuk penghargaan yang pernah diterima kantor dan cetak dalam kartu nama atau di sisi belakang, karena klien pasti ingin bekerja sama dengan pengusaha sukses.

11. Foto penting dalam media promosi pribadi. Pastikan tampilan di foto rapi dan terlihat profesional.

12. Setiap tampil dalam ruang publik adalah peluang membangun jaringan. Selalu pakai atribut yang mudah dilihat dan menunjukkan bahwa adalah seorang pelaku properti.

13. Rajin ke bank untuk menengok properti yang siap dijual atau dilelang. Jaga hubungan baik dengan pihak bank. Rekomendasi mutlak diperlukan di Indonesia. Jika sikap baik, bank akan menjadikan partner bisnisnya.

14. Jalin hubungan baik dengan developer. Developer penting sebagai salah satu sumber listing.

15. Selalu berpakaian rapi setiap bertemu dengan klien.

16. Mulailah membuat website pribadi. Isi dengan hal-hal yang berhubungan dengan profesi sebagai agen properti.

17. Sebar brosur pribadi secara rutin pada target market.

18. Selalu pergunakan kekuatan brand sebagai identitas tetap. Ini sekaligus akan meningkatkan brand pribadi.

19. Saat melakukan prospek, kirimi mereka postcard/brosur/fliers tiga kali secara rutin dalam kurun 6 minggu dan telepon minimal 2 bulan sekali.

20. Berikan daftar listing yang sudah terjual setiap transaksi. Ini memberi kesan aktif dalam bisnis ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini