Ekonomi RI Minus 5,32%, Presiden Jokowi: Hati-Hati

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 20 2260252 ekonomi-ri-minus-5-32-presiden-jokowi-hati-hati-KREGujsyXf.png Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

BANDUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta agar pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 digenjot. Dia mengatakan bahwa pada kuartal II pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mencapai angka minus 5,32%.

“Kita tahu kuartal pertama 2020 kita masih tumbuh 2,98%. Negara lain sudah banyak yang negatif kita masih tumbuh positif 2,97%. Tapi di kuartal kedua kita sudah masuk minus. Dari 2,97% positif langsung minus 5,32%. Ini hati-hati,” katanya saat memberikan arahan penanganan covid di Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga: Di Depan Pengusaha, Erick Thohir: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit 

Jokowi mengatakan bahwa kepala daerah juga harus memperhatikan pertumbuhan ekonominya. Sebagaimana Jabar yang pertumbuhannya di bawah pertumbuhan nasional.

“Tadi di Jawa Barat juga di kuartal kedua juga sudah berada pada posisi minus 5,9%. Ini hati-hati-hati,” tuturnya.

 

Meski begitu dia mengaku optimis pertumbuhan ekonomi di kuartal berikutnya akan lebih baik. Namun tentunya butuh kerja keras.

“Tapi saya optimis di kuartal ketiga kita akan lebih baik dari yang kuartal kedua. Dan kita ingin tumbuh positif tapi memang ini perlu kerja keras. Kunci ada di bulan Juli, Agustus dan September supaya kita tidak masuk dalam kategori resesi ekonomi,” tuturnya.

Bahkan Jokowi menyebut di kondisi saat ini Indonesia tetap harus bersyukur. Hal ini mengingat banyak negara yang pertumbuhan ekonomi sudah minus belasan.

“Tapi kita juga patut bersyukur meskipun kita minus 5,32%. Coba kita lihat Italia minus 17,3%, Jerman minus 11,7 %, Perancis minus 19%, Amerika minus 9,5%. Ini patut kita tetap harus alhamdulillah, harus kita syukuri itu,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini