Mantul! Jamu Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 320 2260331 mantul-jamu-indonesia-tembus-pasar-arab-saudi-9VI64gKP5A.jpg Jamu (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto turut menyambut gembira ekspor perdana PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul untuk produk rempah-rempah. Keberhasilan ini tentunya menumbuhkan optimisme bahwa produk makanan dan minuman (mamin), khususnya rempah-rempah dapat terus mendorong kinerja ekspor nasional.

"Selalu ada peluang di tengah kesulitan. Salah satunya, peluang ekspor produk rempah-rempah Indonesia. Peluang inilah yang harus terus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dan peluang ini juga yang dapat meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia di masa pandemi Covid-19," ujar dia melalui keterangan resminya, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga: Cuan Saham Farmasi, IHSG Kokoh di Level 5.128

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan mengungkapkan, produk jamu Indonesia terus berkembang dan semakin diakui dunia internasional. Sehingga keberhasilan ini diharapkan menjadi pendorong industri untuk terus melakukan penetrasi ke pasar global di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama antara PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dengan mitranya yaitu Mizanain dari Arab Saudi. Kesepakatan tersebut dicapai pada perhelatan Trade Expo Indonesia pada Oktober 2019 lalu.

Baca Juga: Tak Disangka, Ubi Cilembu Tembus Pasar Singapura hingga Taiwan

"Kami bangga dengan pencapaian ini. Kemendag turut memfasilitasi kegiatan ekspor ini, mulai dari penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan di Trade Expo Indonesia 2019 hingga pelepasan kontainer perdana hari ini," ujar Kasan.

Berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Perdagangan, pada semester pertama 2020, ekspor produk biofarmaka Indonesia mencapai USD4,2 juta atau naik 32,8% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang sebesar USD3,17 juta. Pertumbuhan cukup signifikan ini merupakan hal yang menggembirakan di tengah penurunan daya beli masyarakat dunia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini