Simak Cara Mengatur Uang dari Gaji ke-13

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 320 2260335 simak-cara-mengatur-uang-dari-gaji-ke-13-yAVpNF14rQ.jpg Tips Mengelola Keuangan untuk PNS yang Dapat Gaji ke-13. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah sudah mencairkan gaji ke-13 para Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut pun disambut gembira seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Indonesia.

Namun jangan lupa, gaji atau bonus ini harus diatur dengan baik. Apalagi bagi PNS yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, bagi mereka yang sudah memiliki keluarga tentu bisa membagi gaji ke-13 ke dalam empat pos. Pertama, untuk kebutuhan sehari-hari sebesar 25%. Kedua untuk piknik atau refreshing bersama keluarga sebesar 25%.

Baca Juga: Terima Gaji ke-13, Jangan Ubah Kebiasaan Ngopi Sachet ke Coffee Shop

Ketiga, bisa digunakan untuk melunasi atau membayar cicilan kredit sebesar 25%. Sisanya bisa digunakan untuk biaya sekolah dan kuliah anak.

Sedangkan bagi yang sudah berkeluarga namun belum memiliki anak, PNS tetap harus menjaga keuangan dan jangan terlena. Sebab, meski sudah berkeluarga tapi belum memiliki momongan tetap harus disisihkan untuk tabungan sekolah.

Baca Juga: Gaji ke-13 Cair, Baiknya Dipakai Belanja atau Jadi Tabungan?

"Iya betul baik untuk ajaran baru bahkan untuk jangka panjang untuk nyekolahin anak di universitas misalnya seperti itu. Tidak apa-apa dicicil aja nabungnya dari sekarang. Dan lain-lainya sama misalnya oh untuk ngurangin cicilan atau misalnya untuk pikinik sama keluarga. Selebihnya untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (11/8/2020).

Menurut Andi, memang pengelolaan gaji ke-13 antara yang sudah berkeluarga dengan yang single berbeda. Biasanya bagi yang masih Single, akan ada alokasi untuk goals jangka menengah entah melanjutkan studi atau menikah.

"Kalau udah berkeluarga memiliki anak kalau goals jangka menengah tadi bisa dialoksikan mungkin presentasenya sama tapi prioritasnya untuk pendidikan anak. Biasanya seperti itu," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini