Siap-Siap, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 5 Dibuka 15 Agustus

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 320 2261210 siap-siap-pendaftaran-kartu-prakerja-gelombang-5-dibuka-15-agustus-jiK3MpWnKv.jpg Kartu Prakerja (Okezone)

JAKARTA - Program Kartu Prakerja gelombang 4 akan ditutup hari ini, Rabu (12/8/2020) pada pukul 24.00 WIB. Di mana, kuota yang disediakan sebanyak 800.000 orang.

Namun bagaimana yang belum mendapatkan kesempatan mendaftar?

 Baca juga: Buruan Daftar, Malam Ini Kartu Prakerja Gelombang 4 Ditutup Pukul 24.00 WIB

Mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (12/8/2020), Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyampaikan bahwa pendaftaran Gelombang V akan dibuka pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB. Mereka yang belum menjadi penerima Kartu Prakerja dapat mendaftar di Gelombang V.

Sementara itu, Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja menyatakan hingga saat ini jumlah pendaftar Kartu Prakerja gelombang 4 tercatat lebih dari 1,2 juta orang yang datang dari seluruh provinsi, termasuk mereka yang diusulkan oleh Kemenaker/BPJS-TK. Kuota penerima Kartu Prakerja Gelombang IV adalah 800.000 orang.

 Baca juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 Online atau Offline, Korban PHK Prioritas

Sebelumnya, Pemerintah membuka pendaftaran gelombang IV Program Kartu Prakerja sejak Sabtu 8 Agustus 2020.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menerangkan jumlah kuota penerima Kartu Prakerja juga ditingkatkan jadi 800.000 orang.

Langkah ini diambil usai Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

"Program Kartu Prakerja yang semula hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas serta daya saing angkatan kerja, kini juga digunakan untuk pengembangan kewirausahaan," kata Susiwijono.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini