Share

Anggaran PEN Rp695 Triliun Hanya Sampai Desember

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 13 Agustus 2020 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 20 2261482 anggaran-pen-rp695-triliun-hanya-sampai-desember-mnBMUUvQq7.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menggelontorkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695,2 triliun. Pasalnya, batas penggunaan anggaran tersebut akan berakhir pada Desember 2020.

Wakil Menteri BUMN sekaligus Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pemerintah memberikan batas waktu penggunaan anggaran PEN tersebut sesuai dengan langkah pemerintah dalam melakukan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Meski begitu, dia tidak merinci lebih jauh kemungkinan batas waktu penggunaan anggaran yang diserap dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan diperpanjang pada tahun 2021 bila penanganan PEN belum terealisasi secara maksimal.

 Baca juga: Resep Pengusaha Pulihkan Ekonomi dari Krisis Covid-19

"Sekarang kita mikirnya ngasih uang, ngasih uang, dan ngasih uang. Akan tahan berapa lama, 6 bulan, 9 bulan? Sedangkan Itu anggaran Rp695 triliun hanya sampai Desember (2020), ya, meski itu belum diserap semua," ujar Budi dalam acara virtual di Youtube, dikutip pada Kamis, (13/8/2020).

Budi menjelaskan, pemulihan ekonomi nasional hanyalah langkah pengobatan yang dilakukan pihaknya. Pemerintah, kata dia, menilai dampak Covid-19 terhadap sejumlah sektor ekonomi dalam negeri bukanlah masalah utama. Namun begitu, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan dengan cara memberikan stimulus agar sektor ekonomi tidak semakin terpuruk.

 Baca juga: Daftar Sektor Usaha yang Mulai Ngegas di Kuartal III-2020

Krisis tahun ini, lanjut Budi, berbeda dengan krisis sebelumnya, di mana penyebabnya utama krisis adalah di sektor kesehatan. Karena itu, langkah pemulihan yang menjadi fokus pemerintah adalah mengatasi persoalan kesehatan masyarakat karena virus Corona.

"Obatnya atau resepnya adalah harus mengatasi kesehatan, kenapa kok bisa jadi krisis ekonomi? Karena dengan cara PSBB dan ini menghindari kontak fisik, dan kontak fisik adalah pilar utama ekonomi, makanya kejadiannya seperti ini (krisis ekonomi)," kata Budi.

Sebab itu, pihaknya mengambil strategi pemulihan ekonomi dengan melakukannya secara bertahap.

 Baca juga: Jadi Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan PEN, Erick Thohir: Kita Tak Ambil Posisi Doni Monardo

Pertama yakni mengembalikan rasa aman warga untuk beraktivitas di luar, khususnya warga kelas menengah atas. Hal itu bisa dilakukan apabila masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengenakan masker (3M).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Jadi selama rakyat Indonesia golongan menengah dan golongan atas masih memiliki rasa takut, belum bangkit rasa amannya, roda ekonomi tidak bisa diputar. Diganti dengan apapun baik itu digital itu tidak cukup, akibatnya ekonomi anjlok," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pada pekan pertama Agustus 2020 realisasi program PEN baru mencapai Rp151,25 triliun atau setara 21,9 persen dari pagu anggaran PEN Rp695,2 triliun.

Rinciannya penyerapan anggaran tersebut terdiri dari perlindungan sosial Rp95,5 triliun, dukungan UMKM Rp32,5 triliun, insentif kesehatan Rp7,1 triliun, sektor kementerian/lembaga dan pemerintah daerah Rp8,6 triliun, serta insentif dunia usaha Rp16,6 triliun. "Kita lihat akselerasi sudah mulai meningkat dan kita minta supaya makin efisien,"ujar Sri Mulyani

Menurut dia realisasi tersebut sudah cukup besar bagi penerima manfaat jika dihitung dari populasi penduduk Indonesia. Disamping itu ditambah insentif dunia usaha, insentif perpajakan, subsidi bunga, penempatan dana murah untuk restrukturisasi kredit dan meluncurkan kembali kredit modal kerja untuk UMKM dan industri padat karya.

"Kita berikan pembiayaan investasi ke koperasi melalui penjaminan kredit korporasi terutama padat karya dan juga ada PMN dan pemberian pinjaman atau talangan BUMN," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini