Menteri Teten: Koperasi Jalan seperti Andong, Korporasi Layaknya Kereta Cepat

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 320 2261509 menteri-teten-koperasi-jalan-seperti-andong-korporasi-layaknya-kereta-cepat-O9mm2QlfGo.jpg Teten Masduki (Foto: Kemenkop UKM)

JAKARTA - Untuk menjadi andalan di perekonomian nasional, koperasi di Indonesia masih memiliki banyak tantangan yang harus dilalui. Terutama dalam laju pertumbuhannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki dalam webinar bertema "Masihkah Koperasi Menjadi Andalan?" yang diselenggarakan oleh Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) dan Inke Maris & Associates.

 Baca juga: Banyak 'Harta Karun' di Laut, Koperasi Nelayan Akan Diperkuat

"Tantangannya, diibaratkan koperasi berjalan seperti andong, sementara korporasi berjalan seperti kereta cepat," ujar Teten di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Terdata hingga hari ini, lanjutnya, partisipasi masyarakat Indonesia untuk berkoperasi masih sebesar 8,41%. Menurut Teten, angka ini masihlah sangat rendah dibandingkan persentase negara lain dalam skala global sebesar 16,31%.

 Baca juga: Tenang, Koperasi Bakal Dikasih Modal Kerja di Atas Rp10 Miliar

"Secara global pun, masih sangat kecil angka partisipasinya. Proporsi pelaku UMKM Indonesia sektor pangan sebesar 51,2%, namun kelembagaan ekonomi petani yang berbentuk koperasi masih sebanyak 13.821 unit atau 11,23% dari total koperasi aktif," ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk mendorong koperasi menjadi besar, koperasi harus bergerak dalam satu playing field dengan korporasi.

"Koperasi harus menjadi bibit usaha yang menarik untuk investor. Yang berarti, harus ada pembenahan dalam sistem manajerial koperasi juga, sehingga orang bisa tertarik untuk menaruh simpanan, berinvestasi, atau bahkan menjadi anggota koperasi," tutur Teten.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini