4 Tantangan Merintis Bisnis Bersama Keluarga

Safira Fitri, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 320 2262186 4-tantangan-merintis-bisnis-bersama-keluarga-Ie8J82x1Q3.jpg Tips Memulai Usaha. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bisnis keluarga menjadi salah satu alternatif usaha yang dapat dilakukan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi dalam situasi pandemi virus corona. Namun sifat-sifat setiap anggota keluarga menjadi tantangannya.

Melansir dari buku "Kiat Sukses Bisnis Keluarga: Pembahasan 50 Kasus Bisnis Keluarga" oleh Nyoman Marpa, Jakarta, Jumat (14/8/2020), sebelum berkarier pada bisnis keluarga, hal yang penting untuk diketahui adalah sifat-sifat dasar bisnis keluarga agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja sebuah bisnis keluarga.

Berikut beberapa sifat dasar tersebut antara lain.

1. Nepotisme

Yang dimaksud Nepotisme di sini adalah adanya kecendrungan untuk membedakan perlakuan, antara seseorang yang memeiliki hubungan keluarga dengan yang tidak memiliki hubungan keluarga. Walaupun sifat nepotisme ini dapat diminimalkan dengan tata kelolayang baik (good corporate governance), namun tetap saja tidak dapat dihilangkan sama sekali.

Baca Juga: 5 Keunggulan Bisnis dengan Keluarga, Lebih Fleksibel

2. Eksogami

Yaitu adanya diskriminasi jenis kelamin pada pengelolaan perusahaan. Seringkali, terutama pada bisnis keluarga di Asia, keluarga pemilik membedakan perlakuan antara laki-laki dan perempuannya, terutama pada posisi-posisipimpinan.

Meski zaman saat ini kesetraan gender telah egitu gencar didengungkan, pada kenytaannya, diskriminasi semacam ini masih kerap ditemui dalam bisnis keluarga.

Baca Juga: Bisnis Minuman Teh Kekinian, Baca 7 Hal Penting Ini

3. Inward looking dan subjective

Ialah pengaruh sifat-sifat keluarga yang lebih melihat ke dalam, mementingkan keharmonisan dan hubungan antara manusia dalam jangka panjang, seringkali sifat-sifat semacam ini terbawa dalam atmosfir sehari-hari bisnis keluarga. Akibatnya, ukuran-ukuran objektifitas sering kurang jelas dan munculnya subyektivitas lebih mengemuka dalam pengambilan-pengambilan keputusan bisnis.

4. Unik

Setiap keluarga adalah unik, mereka meiliki nilai-nilai (values), cara pandang, kebiasaan, ritual-ritual, serta tata cara tersendiri. Keunikan masing-masing keluarga ini berpengaruh pada suasana dan jiwa serta kebijakan-kebijakan bisnis. Aroma keunikan terlihat pada setiap bisnis keluarga, walaupun mereka menggunakan sistem tata kelola yang hampir sama.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini