Ekspor Indonesia ke Singapura dan Malaysia Meroket meski Resesi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 320 2263823 ekspor-indonesia-ke-singapura-dan-malaysia-meroket-meski-resesi-4DmkMyvQcR.jpg Ekspor Indonesia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statik (BPS) memastikan ekspor Indonesia ke Singapura dan Malaysia alami peningkatan. Padahal, kedua negara tersebut mengalami resesi yang mana cukup dalam

Kepala BPS Suhariyanto merinci negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia yang mencatatkan kenaikan adalah Swiss, naik USD306 juta, AS naik USD234 juta, ekspor ke Singapura naik USD111,2 juta, ekspor ke China naik USD97,5 juta, serta ekspor ke Malaysia naik USD93,2 juta.

"Walaupun kedua negara mengalami resesi tapi ekspor kita ke Singapura dan Malaysia malah naik," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Selasa (18/8/2020)

Baca Juga: Kinerja Impor Indonesia Juli 2020 Turun 32,5% 

Sedangkan ekspor ke Italia turun USD27,7 juta, Tanzania turun USD 20,8 juta, dan ke Bulgaria turun USD 20,1 juta. Dia melanjutkan eskpor Indonesia paling laris ke Singapura dan Malaysia adalah emas dan bijih nikel.

"Emas dan bijih nikel serta alat kendaraan paling banyak kita ekspor ke Singapura dan Malaysia," katanya

Baca Juga: Hattrick, Neraca Perdagangan Juli Surplus USD3,26 Miliar 

Sebagai informasi, ekspor migas mencapai USD 700 juta, naik 23,77% (mtm), namun turun 49,69% (yoy). Sedangkan ekspor nonmigas mencapai USD 13,03 miliar, naik 13,86% (mtm), namun turun 5,87% (yoy).

Berdasarkan sektornya, sektor pertanian mengalami pertumbuhan baik bulanan maupun tahunan. Ekspor pertanian sebesar USD 350 juta, naik 24,1% (mtm) dan naik 11,17% (yoy).

Ekspor produk pertanian yang naik tajam di antaranya tanaman obat dan aromatik, rempah-rempah atau biofarmaka, sarang burung, kopi, sayuran, dan bijih kakao.

Sementara ekspor untuk industri pengolahan sebesar USD 11,28 miliar, naik 16,95% (mtm), namun turun 1,91% (yoy). Ekspor pertambangan mencapai SUD 1,39 miliar, turun 7,89% (mtm) dan turun 31,1% (yoy).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini