Neraca Dagang Surplus, Sinyal Ekonomi Indonesia Menguat?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 320 2263881 neraca-dagang-surplus-sinyal-ekonomi-indonesia-menguat-q6hmDRLIpP.jpg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia pada Juli 2020 surplus USD3,26 miliar. Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan Juni 2020 dan dibandingkan posisi Juli 2019 yang mengalami defisit USD0,86 miliar. Rinciannya, ekspor Indonesia per Juni 2020 mencapai USD13,73 milar. Sedangkan nilai impor selama Juni adalah USD10,47 miliar

Menanggapi ini, Ekonom Core Piter Abdullah menilai suprlus perdagangan menujukkan aktivitas ekonomi menurun. Serta bukan sinyal ekonomi menguat.

"Menimbang surplus perdagangan Lebih disebabkan oleh penurunan aktivitas produktif perekonomian, surplus perdagangan sekarang ini dapat dipastikan bukan sinyal bahwa ekonomi Indonesia menguat," ujar Piter saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Baca Juga: Neraca Dagang RI Menang Lawan AS, Kalah dari Negeri K-Pop 

Dia melanjutkan surplus perdagangan sudah diperkirakan, terutama dikarenakan penurunan impor yang saat ini jauh dibawah normal. Penurunan impor sendiri terjadi disebabkan oleh melambatnya perekonomian ditengah wabah.

"Kebutuhan bahan baku dan barang modal yang selama ini mendominasi barang-baranh impor turun drastis," jelasnya.

Dia menambahkan surplus perdagangan lebih disebabkan oleh penurunan aktivitas produktif perekonomian.

" Hal ini dapat dipastikan bukan sinyal bahwa ekonomi Indonesia menguat," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini