Liburan Long Weekend ke Puncak Macet-macetan, Rugi Enggak?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 320 2264923 liburan-long-weekend-ke-puncak-macet-macetan-rugi-enggak-D6adz4ozOf.jpg Ilustrasi kemacetan arah Puncak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Libur panjang atau Long Weekend biasanya identik dengan kemacetan. Namun tetap saja banyak masyarakat yang rela macet-macetan untuk bisa pergi berlibur ke tempat yang hits atau kekinian.

Lantas rugi enggak sih kalau berlibur sampai macet-macetan? Atau justru bermacet-macetan saat liburan tidak terlalu berdampak pada keuangan kita ?

 Baca juga: Long Weekend di Tengah Ancaman Resesi, Mending Liburan atau Simpan Uang?

Perencana keuangan Safir Senduk mengatakan meskipun bermacet-macetan kerugiannya secara keuangan tidak terlalu besar. Apalagi jika jarak antara rumah ke tempat liburan atau wisata relatif dekat.

Sebagai salah satu contohnya adalah ketika seseorang memiliki rumah di wilayah Jabodetabek. Ketika pergi berlibur ke puncak Bogor, maka tidak terlalu besar dampaknya.

 Baca juga: 5 Penyebab Gaji Besar tapi Keuangan Minus

"Kalau liburan macet-macetan rugi enggak? Jawabannya kalau kerugian secara keuangan enggak besar. Enggak gede banget. Karena puncak Deket kalau mereka di Jabodetabek puncak itu dekat. alternatifnya adalah Bogor," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (20/8/2020).

Justru menurutnya, dengan pergi menuju Puncak, Bogor, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah. Meskipun untuk menuju ke sana harus bermacet-macetan dengan kendaraan lainnya.

 Baca juga: Uang Khusus Rp75.000 Dijadikan Investasi, Menguntungkan?

Sebagai salah satu contohnya adalah jika rumah di wilayah Jabodetabek pergi berlibur ke Bandung. Secara biaya, pergi berlibur ke Bandung jauh lebih mahal.

Karena jarak tempuhnya juga lebih jauh dibandingkan dengan menuju ke Bogor. Ditambah ada tambahan biaya lain jika harus pergi berlibur ke Bandung yakni biaya menginap.

 Baca juga: Bukan Gaji Besar untuk Bisa Merdeka Secara Finansial, Ini Penjelasannya

Sedangkan jika hanya pergi berlibur ke Bogor atau puncak bisa dilakukan dengan cara 'tektok'. Sementara jika cara yang sama dilakukan ketika pergi berlibur ke Bandung akan sangat capek dan menguras tenaga.

"Jadi untuk orang Jakarta mereka pergi ke Bogor. Dan Bogor kalau saya bilang udah jadi penggantinya Bandung. Jadi kalau ke Bandung kan kamu harus nginep paling pergi pulang pergi tapi cape banget Jakarta Bandung PP," kata Safir.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini