Boleh Saja Liburan di Tengah Ancaman Resesi, asal...

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 21 Agustus 2020 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 320 2265313 boleh-saja-liburan-di-tengah-ancaman-resesi-asal-6GLug3Bflx.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pergi liburan saat long weekend boleh-boleh saja untuk dilakukan untuk merefresh otak. Namun saat liburan harus diperhatikan juga keuangannya agar tidak jebol.

Apalagi saat ini situasi dan kondisinya sedang serba tidak pasti. Hal tersebut imbas dari adanya pandemi virus corona ditambah dengan adanya ancaman resesi ekonomi.

Ancaman resesi sendiri muncul ketika ekonomi Indonesia diumumkan minus 5,3% pada kuartal II-2020. Jika pada kuartal III-2020 kembali minus, maka secara sah Indonesia akan menyusul Singapura hingga Filipina mengalami resesi ekonomi.

Baca Juga: Liburan Long Weekend ke Puncak Macet-macetan, Rugi Enggak?

Perencana keuangan Safir Senduk mengatakan secara finansial saat ancaman krisis menghantui memang ada baiknya untuk menunda liburan. Karena saat krisis seharusnya lebih banyak untuk menyimpan uang untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga.

"Pada masa krisis biasanya orang selalu nahan duit untuk belanja hal yang lebih besar," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (21/8/2020).

Namun disisi lain, kebutuhan untuk refresh otak pun perlu tetap dilakukan. Apalagi dalam tahun ini, masyarakat Indonesia dihadapkan oleh banyak cobaan dari mulai adanya pandemi yang akhirnya berefek pada kerjaan.

Baca Juga: Long Weekend di Tengah Ancaman Resesi, Mending Liburan atau Simpan Uang?

Dirinya pun mengibaratkan liburan di tengah pandemi seperti berangkat ke kantor dengan menggunakan kendaraan umum. Memang menelan biaya, akan tetapi baik karena tidak menyiksa badan.

Hal tersebut berbanding terbalik jika berangkat ke kantor dengan berjalan kaki sejauh 5 kilometer. Memang ongkosnya murah atau bahkan tidak mengeluarkan uang sama sekali, tapi efeknya tidak baik untuk badan karena terlalu kelelahan.

"Jadi ibaratnya kalau traveling jalan jalan itu kaya orang mau pergi ke kantor dia enggak jalan kaki tapi naik kendaraan umum supaya dia enggak capek," kata Safir.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini