10 Fakta Neraca Dagang Indonesia Surplus, Nomor 6 Bukan Hal yang Menggembirakan

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 320 2266173 10-fakta-neraca-dagang-indonesia-surplus-nomor-6-bukan-hal-yang-menggembirakan-8rwYc8ApL2.jpg Neraca Dagang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juli tercatat surplus USD3,26 miliar. Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan Juni dan dibandingkan posisi Juli 2019 yang mengalami defisit USD0,86 miliar.

Dengan demikian, untuk ketiga kalinya, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sejak Mei, Juni dan Juli 2020.

Tercatat, ekspor Indonesia pada Juli sebesar USD13,73 miliar pada Juli 2020. Capaian ekspor ini meningkat naik 14,33% dibandingkan Juni 2020 yang mencapai USD12,03 milar. Sedangkan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY) turun 9,9%.

Baca Juga: Kinerja Impor Indonesia Juli 2020 Turun 32,5% 

Sementara, impor Indonesia pada Juli 2020 mencapai USD10,47 miliar. Capaian ini turun 2,73% dibandingkan Juni 2020 yang mencapai USD10,76 milar. Namun, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, impor Indonesia turun 32,5% secara year on year (yoy).

Berikut fakta-fakta soal surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2020 seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (24/8/2020).

1. Neraca Dagang Surplus USD3,26 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya surplus pada neraca dagang Indonesia. Tercatat sebesar USD3,26 miliar pada bulan Juli 2020.

2. Hattrick Surplus Nerava Dagang

Adanya surplus neraca dagang ini mejadi yang ketiga kalinya bagi Indonesia. Sebelumnya neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada Mei, Juni, Juli 2020.

3. Ekspor Meningkat

Suhariyanto selaku kepala BPS mengatakan bahwa ekspor Indonesia per Juni 2020 mengalami peningkatan. Ekspor Indonesia pada Juni 2020 mencapai USD13,73 miliar.

"Eskpor kita meningkat dibandingkan Juni 2020 dan lebih besar dibandingkan Juli 2019 yang mana kita defisit. Tapi Alhamdullilah kita mencatatkan surplus USD3,26 miliar dan masih didominasi oleh non migas kita," kata Suhariyanto.

 

4. Nilai Surplus Paling Tinggi

Suhariyanto menyebutkan bahwa neraca dagang per Januari hingga Juli 2020 tercatat surplus mencapai USD8,75 miliar. Surplus ini menjadi yang paling tinggi sejak Februari 2020.

"Ini surplus tertinggi sejak Februari 2020 tentunya karena kinerja impor yang turun," ujar Suhariyanto.

 


5. Unggul dari Beberapa Negara

Neraca dagang Indonesia yang surplus saat ini unggul di beberapa negara. Seperti Amerika Serikat dengan surplus USD1,04 miliar, dan India dengan total surplus USD466 juta.

6. Bukan Tanda Ekonomi Menguat

Ekonom Core Piter Abdullah menilai surplus perdagangan menujukkan aktivitas ekonomi menurun. Serta bukan sinyal ekonomi menguat.

"Menimbang surplus perdagangan Lebih disebabkan oleh penurunan aktivitas produktif perekonomian, surplus perdagangan sekarang ini dapat dipastikan bukan sinyal bahwa ekonomi Indonesia menguat," ujar Piter saat dihubungi.

7. Sudah Diperkirakan

Ekonom Core Piter Abdullah melanjutkan bahwa surplus perdagangan ini sudah diperkirakan. Terutama karena adannya penurunan impor yang saat ini jauh dibawah normal. Penurunan impor sendiri terjadi disebabkan oleh melambatnya perekonomian di tengah wabah.

"Kebutuhan bahan baku dan barang modal yang selama ini mendominasi barang-barang impor turun drastis," jelasnya.

8. Tanggapan BI

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," kata Onny.

10. Positif atau Tidak Bagi Indonesia?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan kondisi itu menunjukkan bahwa Indonesia telah memperoleh surplus perdagangan selama tiga bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

“Ini sesuatu yang sangat positif di tengah situasi pandemi sekarang. Hal lain yang lebih menggembirakan, surplus perdagangan pada Juli 2020 merupakan yang tertinggi sejak 9 tahun lalu atau tepatnya Agustus 2011,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini