5. Unggul dari Beberapa Negara
Neraca dagang Indonesia yang surplus saat ini unggul di beberapa negara. Seperti Amerika Serikat dengan surplus USD1,04 miliar, dan India dengan total surplus USD466 juta.
6. Bukan Tanda Ekonomi Menguat
Ekonom Core Piter Abdullah menilai surplus perdagangan menujukkan aktivitas ekonomi menurun. Serta bukan sinyal ekonomi menguat.
"Menimbang surplus perdagangan Lebih disebabkan oleh penurunan aktivitas produktif perekonomian, surplus perdagangan sekarang ini dapat dipastikan bukan sinyal bahwa ekonomi Indonesia menguat," ujar Piter saat dihubungi.
7. Sudah Diperkirakan
Ekonom Core Piter Abdullah melanjutkan bahwa surplus perdagangan ini sudah diperkirakan. Terutama karena adannya penurunan impor yang saat ini jauh dibawah normal. Penurunan impor sendiri terjadi disebabkan oleh melambatnya perekonomian di tengah wabah.
"Kebutuhan bahan baku dan barang modal yang selama ini mendominasi barang-barang impor turun drastis," jelasnya.
8. Tanggapan BI
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," kata Onny.
10. Positif atau Tidak Bagi Indonesia?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan kondisi itu menunjukkan bahwa Indonesia telah memperoleh surplus perdagangan selama tiga bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
“Ini sesuatu yang sangat positif di tengah situasi pandemi sekarang. Hal lain yang lebih menggembirakan, surplus perdagangan pada Juli 2020 merupakan yang tertinggi sejak 9 tahun lalu atau tepatnya Agustus 2011,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Jumat (21/8/2020).
(Dani Jumadil Akhir)