Labu Madu Asli Indonesia Tembus Ekspor ke Singapura, Untung Ratusan Juta

Ahmad Subekhi, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 320 2266410 labu-madu-asli-indonesia-tembus-ekspor-ke-singapura-untung-ratusan-juta-wa8vp4Kv1k.jpg Labu Madu (Foto: Okezone)

PONOROGO – Petani asal Ponorogo Jawa Timur mencoba keberhasilan budidaya labu madu atau yang lebih dikenal dengan pumpkin butternut. Buah labu tersebut berhasil di ekspor hingga memasuki negara Singapura dan bersaing ketat dengan produk asal Australia dan Thailand.

Tak tanggung-tanggung dalam dua bulan masa panen buah ini dapat meraup untung pundi rupiah hingga ratusan juta. Hingga saat ini, peluang untuk berbudi daya tanaman labu tersebut masih jelas terbuka luas. Sebab masih banyaknya pasar internasional yang membutuhkan banyak suplai dari buah labu madu tersebut.

Baca Juga: 9 Strategi Membangun Usaha Minuman dan Snack

Salah seorang petani yakni Rudi Sugiarto merupakan petani dari Desa Tatung kecamatan Balong Ponorogo tersebut bersama para pekerja lain, terlihat sibuk dalam hal panen buah labu madu. Nantinya buah labu madu yang menjadi tanaman andalan akan di ekspor ke negara tetangga yakni Singapura.

labu

Buah labu madu atau pumpkin butternut ini masih tergolong salah satu jenis tanaman baru di Indonesia. Bahkan untuk saat ini buah labu tersebut masih berstatus ‘ekslusif’. Untuk rasa dari buah labu ini dibandingkan labu loka, labu madu tersebut lebih manis dan bertekstur lembut. Sehingga, buah labu madu ini lebih mengandung banyak kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang.

Buah yang masih tergolong langka karena masih terbatas oleh stok tanaman dan belum banyak petani yang membudidayakan . Padahal, untuk perawatannya sendiri tergolong mudah dan modal yang dibutuhkan pun kecil sama halnya dengan labu lokal.

Buah labu madu tersebut dibanderol dengan hara Rp10.000 per kg. Adanya peluang dari buah labu madu ini, membuat Rudi mencoba peruntungan membudidayakan pada lahan seluas 1 hektar. Hal tersebut dimaksudkan agar dirinya dapat panen hingga 70 ton untuk 2 bulan masa panen.

Tidak main-main, keuntungan yang diraup bisa mencapai ratusan juta rupiah untuk satu kali masa panen. Untuk kualitas labu madu asal Indonesia ini juga lebih baik dari produk asal Australia dan Thailand yang memproduksi labu madu atau pumpkin butternut.

Dengan adanya peluang yang masih luas ini untuk pasar ekspor, bahkan dalam negeri sekaligus akan kebutuhan labu madu yang tinggi dan akan naik setiap tahunnya, tidak ada salahnya bagi para petani untuk menanam labu madu. Selain mudah dan biaya panen yang murah, tentunya harga jualnya tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini