5 Kesalahan Entrepreneur, Pengelolaan Uang hingga Cadangan Modal

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 320 2266481 5-kesalahan-entrepreneur-pengelolaan-uang-hingga-cadangan-modal-Pi0CXRwESi.jpeg Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Entrepreneurs atau wirausahawan merupakan orang yang dinilai pandai atau berbakat dalam melakukan aktivitas wirausaha, seperti berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, dan sebagainya.

Namun adakalanya, entrepreneurs juga tak luput melakukan sejumlah kesalahan seperti berikut dilansir dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Baca Juga: Labu Madu Asli Indonesia Tembus Ekspor ke Singapura, Untung Ratusan Juta

Pertama, mencampurkan antara keuangan rumah tangga dengan keuangan bisnis. Prita memberi pesan agar sebaiknya pelaku membuat catatan keuangan bisnis secara khusus, dan gunakan rekening yang berbeda antara operasional rumah dan operasional bisnis.

Kedua, tidak mempersiapkan dana cadangan kas untuk operasional bisnis. Sarannya adalah dari laba usaha alokasikan juga untuk dana cadangan bisnis seperti untuk operasional selama minimal 6 bulan ke depan dan setidaknya 20% dari modal bisnis.

Ketiga, bingung antara penghasilan sebagai owner dan penghasilan sebagai pengurus bisnis. Saat bisnis masih kecil, biasanya owner turun tangan langsung sebagai CEO alias Chief Everything Officer.

Disarankan untuk owner yang ikut mengurus bisnis harus dapat gaji bulanan dan hasil usaha di akhir periode baru dibagikan sebagai dividen untuk owner.

Keempat, mengejar pertumbuhan revenue, tanpa mempertimbangkan kelancaran cashflow. Saran Prita "Cash is King, but Cashflow is Queen." Betul kas sangat penting, namun yang menentukan arah bisnis akan tetap bisa jalan atau stuck adalah arus kas alias cashflow.

Kelima, tidak memiliki perencanaan mitigasi risiko bisnis. Disarankan pada saat bisnis semakin besar, ada baiknya mempertimbangkan upaya mitigasi dalam bentuk proteksi kerugian umum. Lalu, manajemen risiko operasional bisnis juga mulai ditata melalui SOP yang baik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini