Share

Terungkap! Ini Alasan Shell Hengkang dari Blok Masela

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 24 Agustus 2020 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 320 2266598 terungkap-ini-alasan-shell-hengkang-dari-blok-masela-lBL8lcZqxP.jpg Shell Hengkang dari Blok Masela (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Alasan hengkangnya Shell Upstream Overseas Ltd dari Blok Masela di Laut Arafuru, Maluku akhirnya terjawab sudah. Hengkangnya anak perusahaan Royal Dutch Shell Plc asal Belanda itu karena alasan keuntungan yang diperoleh perusahaan ketika menginvestasikan sahamnya dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Vice President Corporate Services Inpex Henry Banjarnahor mengatakan, hengkangnya Shell Upstream Overseas Ltd karena alasan peningkatan portofolio perusahaan. Dia bilang, ada upaya Shell untuk memperluas investasinya di beberapa negara lain yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi.

"Alasannya sudah disampaikan Bapak Kepala SKK Migas tadi bahwa, mereka meningkatkan seluruh portofolio mereka di seluruh dunia dan menerka-nerka bahwa investasi di negara lain lebih menguntungkan mereka. Jadi mereka mengutamakan itu," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Baca Juga: Bos SKK Migas Sebut Shell Belum Tentu Mundur dari Blok Masela, Tergantung Hitung-hitungan

Dia berpendapat, proses divestasi dalam kegiatan usaha hulu migas itu adalah sesuatu hal yang wajar terjadi. Meski demikian, dia menyebut pihaknya tetap menjalankan proyek Blok Masela bersama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"Inpex sebagai operator memiliki pandangan yang lain. Kita tetap komitmen untuk kegiatan tersebut, yakni kegiatan di Proyek Masela ini dan kita akan melanjutkan kerja sama dengan SKK Migas," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan surat penandatangan pelepasan atau divestasi saham Shell dari mega proyek di Maluku tersebut telah disetujui berbagai pihak, salah satunya adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BKPM).

"Kita memintakan izin kepada pemerintah, dalam hal ini kita melalui SKK Migas memintakan izin kepada BKpM. menurut informasinya, surat sudah ditandatangani, dengan ditandatangani surat itu shell akan segera memulai proses devistasinya kepada potential buyers mereka. itu yang bisa kami sampaikan," kata dia.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menjelaskan Shell Upstream Overseas Ltd tengah dalam proses melepaskan participating interest (PI) atau hak kelolanya di Blok Masela.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di blok tersebut, Shell memiliki PI 35%. Sedangkan 65% punya Inpex Corporation, mitranya selama sejak 1998 di Blok Masela.

"Seberapa besar divestasinya? Ini prosesnya sedang berjalan dan akan sangat terkait tingkat keekonomian divestasi itu sendiri," kata dia.

Dwi menegaskan, rencana mundurnya Shell dari proyek besar ini bukan karena terkait pengembangan kilang gasnya di darat (onshore) atau di lepas pantai (offshore).

Dia mengatakan, siapapun mitra barunya Inpex di Blok Masela harus mengikuti aturan yang ada dan harus seizin dari Kementerian ESDM. Dwi menargetkan pencarian mitra baru menggantikan Shell paling lambat tahun depan. "Prosesnya akan berjalan 1,5 tahun, 2020-2021. Paling lambat 2021 prosesnya harus sudah selesai," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini