Pembiayaan Utang Meroket 118% Jadi Rp519,2 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 20 2267141 pembiayaan-utang-meroket-118-jadi-rp519-2-triliun-plbWCLiM1E.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pembiayaan utang Indonesia melalui surat berharga negara (SBN) mengalami peningkatan signifikan yang tercatat hingga Juli 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembiayaan utang Indonesia tercatat Rp519,2 triliun atau naik 118% dibandingkan tahun lalu.

"Pembiayaan utang tersebut bersumber dari penerbitan surat berharga negara (SBN) dan pinjaman," ujar Sri Mulyani dalam konferensi APBN KiTa, Selasa (25/8/2020).

Baca Juga: Ambyar Asumsi Makro 2020 Meleset Semua, Sri Mulyani: Ini Cukup Berat 

Dia melanjutkan pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih menunjukkan tren perbaikan antara lain ditandai dengan yield SBN dan credit default swap yang terus menurun, penawaran SBN yang cukup tinggi di setiap lelang, serta aliran modal asing yang mulai masuk kembali.

“APBN akan terus melaksanakan fungsinya sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini dan pemulihan. Baik dari sisi penerimaaan seperti insentif di bidang perpajakan maupun dari sisi belanja, baik itu belanja bansos, Kementerian, Lembaga dan transfer daerah. Untuk mengembalikan konsumsi masyarakat dan mengembalikan confident investasi,” tambah Menkeu.

Pemerintah berkomitmen untuk merespons pandemi dengan prudent dan penuh kewaspadaan sehingga kebijakan yang ditempuh dapat lebih terarah dan terukur.

"Untuk menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah tekanan global dan ketidakpastian akibat pandemi," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini