Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Kokoh, Indeks S&P Cetak Rekor Baru

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2020 |08:01 WIB
Wall Street Kokoh, Indeks S&P Cetak Rekor Baru
Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

JAKARTAWall Street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Bursa Saham AS menguat dengan indeks S&P 500 ditutup cetak rekor di atas level 3.400 untuk pertama kalinya. Wall Street didukung oleh kenaikan di beberapa nama besar perusahaan teknologi.

Dow Jones Industrial Average melonjak 378,13 poin, atau 1,35%, menjadi berakhir pada 28.308,46. S&P 500 naik 34,12 poin, atau 1,00%, menjadi 3.431,28. Indeks Komposit Nasdaq naik 67,92 poin atau 0,60% menjadi 11.379,72, dilansir dari Xinhua, Selasa (25/8/2020).

Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat, Investor Abaikan Resesi Imbas Covid-19

Saham raksasa teknologi AS Facebook, Apple, Amazon dan Google-parent Alphabet semuanya ditutup lebih tinggi. Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan layanan komunikasi dan teknologi masing-masing naik 1,06% dan 0,87%.

"Kami terus melihat peluang di sektor teknologi yang lebih luas di industri yang didorong oleh pandemi," kata analis di UBS dalam sebuah catatan. "Kelambanan dan tema jangka panjang kemungkinan akan mendukung kenaikan berikutnya," ucapnya.

Baca juga: Sepi Perdagangan, Wall Street Bergerak Landai

Di sisi data, Indeks Aktivitas Nasional Fed Chicago, indeks bulanan yang dirancang untuk mengukur aktivitas ekonomi AS secara keseluruhan dan tekanan inflasi terkait, turun menjadi 1,18 pada Juli dari 5,33 pada Juni, kata Fed Chicago. Ekonom yang disurvei oleh FactSet memperkirakan indeks berada pada level yang jauh lebih tinggi dari 4,0. (kmj)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement