Jokowi Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Tetap Jalan meski Pandemi Covid-19

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 320 2267045 jokowi-tegaskan-pembangunan-infrastruktur-tetap-jalan-meski-pandemi-covid-19-KtG3oEHT7d.jpg Presiden Resmikan Tol Sigli-Banda Aceh. (Foto: Okezone.com/Hutama Karya)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pembangunan infrastruktur akan terus dikerjakan kendati pandemi corona masih melanda Indonesia.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional serta menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

Hal tersebut dikatakan Jokowi saat meninjau dan meresmikan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 yang menghubungkan Indrapuri-Blang Bintang.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Tol Pertama di Aceh

"Meskipun kita tengah menghadapi pandemi Covid, pembangunan infrastruktur tetap kita jalankan," jelasnya, Selasa (25/8/2020).

Tol Sigli-Banda Aceh

Jokowi mengatakan, Indonesia sangat tertinggal dengan negara lainnya dalam urusan infrastruktur. Oleh sebab itulah pemerintah akan terus mengejar ketertinggalan ini.

Baca Juga: Bertolak ke Aceh, Presiden Jokowi Resmikan Tol hingga Beri Arahan Penanganan Covid-19

"Posisi infrastruktur di negara kita sangat tertinggal dengan negara negara lain, sehingga hal itu membuat biaya logistik kita menjadi lebih mahal," imbuhnya.

Dengan mahalnya biaya logistik, akhirnya daya saing bangsa Indonesia menjadi tidak baik bila dikompetisikan dengan negara lainnya yang sudah maju infrastrukturnya.

Selain itu, kata Jokowi, di era pandemi corona, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi untuk mengungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Kenapa ini kita jalankan karena alasan ini, dan kita tahu untuk menyambungkan Aceh sampai Lampung yang memiliki panjang 2.765 KM ini kita harapkan mendorong pertumbuhan, mendorong pmerataan ekonomi, pertumbuhan dan pemerataan," tutur dia.

Pembangunan tol ini juga akan mememangkas waktu tempuh yang sangat signifikan sehingga akan meningkatkan efisiensi serta meningkatkan multiplier effect dua sampai tiga kali jika proyek tersebut bisa rampung di 2024.

"Dan juga dihitung menyerap tenaga kerja 296 ribu, lapangan kerja secara langsung untuk 18 ruas yang ada dan saat ini menyerap tenaga kerja 24.700, ini memang sangat banyak sekali," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini