Menko Luhut Akui Ekonomi Indonesia Melambat

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 20 2267538 menko-luhut-akui-ekonomi-indonesia-melambat-qmQIPJKKlJ.jpg Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menilai banyak pelajaran yang dapat diambil Asia Tenggara dan Indonesia dari pandemi Covid-19. Di mana ekonomi Indonesia yang melambat masih lebih baik dibandingkan negara berkembang lainnya.

"Ekonomi Indonesia melambat, namun masih bernasib lebih baik dibandingkan dengan negara berpenghasilan menengah lainnya atau middle income countries. Karena itu kita membangun ekonomi regional secara bersama-sama melalui integrasi antar negara ASEAN," kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: Tenang, Menkeu Sudah Siapkan Anggaran Vaksin Corona 20 Juta Dosis

Luhut menjelaskan bahwa Indonesia sedang mempersiapkan food estate yang rencananya akan berlokasi di Kalimantan dan juga Sumatera Utara. Pasalnya, setiap negara dihadapkan pada kenyataan mengenai kemandirian dalam memenuhi pasokan khususnya persediaan medis dan pangan.

“Indonesia tidak sadar bahwa 90% produk farmasi pada dasarnya impor, kami fokus untuk dapat menyediakan industri farmasi di Indonesia. kami menargetkan 70% persediaan medis dapat di penuhi sendiri oleh Indonesia. Hingga kini Indonesia belum memiliki food estate, saat ini Indonesia memiliki dua kawasan food estate, di Kalimantan satu juta hektar dan juga 30.000 - 40.000 hektar di Sumatera Utara. Hal ini pada dasarnya untuk memastikan kami dapat menyediakan untuk diri sendiri, jika terjadi sesuatu secara global,” jelasnya.

Baca Juga: 1,5 Bulan Jadi Penentu Ekonomi RI Kuartal III, Apakah Resesi?

Lanjut Luhut, harus mempromosikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, ASEAN juga wajib lindungi sumber daya alam, cegah eksploitasi sumber daya, dukung investasi di industri hilir, dorong negara-negara untuk menjadi bagian dari rantai pasokan global dalam teknologi hijau yang ramah lingkungan.

"ASEAN harus berkomitmen untuk menghindari pembatasan ekspor atas barang-barang penting, seperti peralatan medis dan, khususnya, produk makanan," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini