Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Restrukturisasi Diprediksi Rp150 Triliun, Bagaimana Kredit Macet Bank Mandiri?

Aditya Pratama , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2020 |15:02 WIB
 Restrukturisasi Diprediksi Rp150 Triliun, Bagaimana Kredit Macet Bank Mandiri?
Uang Rupiah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memproyeksikan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di angka 3,4%-3,6% di akhir tahun 2020. Adapun, pada Juni 2020, NPL Bank Mandiri berkisar di 3,4%,

"Untuk NPL yang mungkin di bulan Juni ini kita sekitar di 3,4% di akhir tahun berdasarkan proyeksi kita mungkin akan di 3,4% sampai 3,6%," ujar Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badruddin dalam Public Expose Live, Rabu (26/8/2020).

Ahmad menambahkan, strategi yang dimiliki pihaknya adalah dengan akan melanjutkan program restrukturisasi kredit untuk debitur yang terdampak Covid-19. Sampai saat ini, terdapat sekitar Rp120 sampai Rp130 triliun kredit yang sudah direstrukturisasi

"Sampai akhir tahun kemungkinan besar kita akan merestrukturisasi sekitar Rp150 triliun, jadi kemungkinan masih ada Rp20 triliunan yang akan kita restrukturisasi sampai akhir tahun, mudah-mudahan kondisi terus membaik sehingga tidak terjadi additional wave yang bisa berdampak kepada kelangsungan usaha debitur," kata dia.

Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp29 Triliun dari Dana Pemerintah, Terbanyak untuk Sektor Ini 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Rumantir menuturkan, komitmen pihaknya untuk tahun ini adalah berasal dari sisi kredit agar tetap tumbuh positif, meskipun pertumbuhannya tidak bisa sebesar sebelum pandemi terjadi. Pihaknya berkomitmen pertumbuhan kredit akan positif untuk sektor-sektor yang berprospek tumbuh secara prudent.

"Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), seperti sudah bisa terlihat di semester I-2020 kami memproyeksikan pertumbuhan DPK akan tetap sehat lebih besar dari pertumbuhan kredit seperti selayaknya perbankan yang dalam keadaan sehat dan menjaga keadaan likuiditasnya. Secara likuiditi kami masih sangat sehat," ucap Silvano.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement