Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Ambang Resesi, Sri Mulyani Minta Jangan Menyerah tapi Ekonomi Indonesia Flat

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 28 Agustus 2020 |11:45 WIB
Di Ambang Resesi, Sri Mulyani Minta Jangan Menyerah tapi Ekonomi Indonesia <i>Flat</i>
Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah terus menggenjot pemulihan ekonomi dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Saat ini hanya tinggal 1,5 bulan untuk mengejar ketertinggalan pada kuartal III-2020. Hal ini untuk mencegah terjadinya resesi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembukaan ekonomi sudah menunjukkan perbaikan. Namun meningkatnya kasus covid-19 membuat kondisi ekonomi Indonesia mengalami kerapuhan dan datar.

"Kita harap titik balik dari pemburukan di April-Mei, dari sisi kegiatan ekonomi dari perpajakan sudah terlihat, perdagangan besar, itu sudah menunjukkan positif, kuartal III tantangan menjaga momentum pembalikan, Juli menunjukkan signal mix, ada yang pembalikan terus berlangsung dan di sisi lain flat lagi," ujar Menkeu dalam diskusi virtual, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga: Indonesia di Ambang Resesi, Sri Mulyani: Jangan Menyerah! 

Dia melanjutkan seluruh negara juga mengalami hal yang sama untuk menangani covid-19 di berbagai kesehatan sosial dan ekonomi. Apalagi saat ini terjadi gelombang kedua yang mana juga menentukan kondisi ekonomi dunia termasuk di Indonesia.

"Situasi ini faktor utama penentu melemah emang sudah kontraksi sepanjang tahun dan tahun ini masih akan terus terjadi," jelasnya.

Dia pun terus mempercepat penyerapan belanja pemerintah di 1,5 bulan sisa pada kuartal III-2020. "Di Agustus ini, kalau akselerasi belanja dan konfiden konsumen pulih khususnya kelompok menengah atas, kalau kontraksi investasi lebih kecil dan konsumsi bisa mendekati netral, maka kita berharap kuartal III bisa," tandasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement