Menhub Soroti Moda Bandara YIA-Candi Borobudur, Harus Sesuai Protokoler

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 320 2268872 menhub-soroti-moda-bandara-yia-candi-borobudur-harus-sesuai-protokoler-haSETh7qh7.jpg Peresmian Bandara Internasional Yogyakarta. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA). Diharapkan melalui bandara baru ini, wisatawan lokal dan mancanegara bisa meningkat.

Bandara YIA masuk dalam kawasan wisata Candi Borobudur yang merupakan salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Diresmikannya bandara ini juga sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

"Konektivitas antarmoda dari Bandara YIA menuju Candi Borobudur harus ditingkatkan dengan memperhatikan dan mengutamakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menciptakan masyarakat yang aman dan produktif," Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam keterangannya, Jumat (28/7/2020). 

Baca Juga: Intip Kecanggihan Bandara YIA yang Tahan Gempa hingga Tsunami 12 Meter

Kementerian Perhubungan telah memastikan adanya dukungan transportasi antarmoda untuk memudahkan pergerakan penumpang dari bandara menuju Kota Yogyakarta dan destinasi wisata dengan menyediakan Angkutan Pemadu Moda Damri, SetelQu, taksi bandara, taksi online dan kereta api melalui stasiun Wojo (sekitar 10 menit dari Bandara). Ke depannya, jalur kereta akan langsung masuk ke dalam area bandara.

"Dengan adanya konektivitas antarmoda ini kami harap dapat memulihkan perekonomian nasional dengan menarik lebih banyak wisatawan ke Yogyakarta. Kami optimis ke depannya Bandar Udara Internasional Yogyakarta mampu memberikan multiplier effect positif bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah DI Yogyakarta sekitarnya dan Indonesia pada umumnya," jelas Menhub.

Baca Juga: Puji Desain Bandara YIA, Jokowi Sebut Ini yang Terbaik di Indonesia

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada PT Angkasa Pura I yang menyediakan area tenant di Bandara YIA untuk UMKM seluas 1.500 m² di dalam terminal yang dapat menampung 300 UMKM dan area seluas 880 m² di Gedung Penghubung yang dapat mengakomodir 170 UMKM. Area tenant tersebut diberi nama Pasar Kotagede.

"Saya mengapresiasi adanya perhatian kepada UMKM sehingga dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dan membantu upaya pemulihan ekonomi nasional. Saya harap UMKM ini dapat menjual barang khas Yogyakarta dan Jawa Tengah sehingga dapat menarik perhatian para turis. Selain mendapatkan keuntungan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia ke turis mancanegara," tutur Menhub.

Sebagai pengganti Bandara Adisutipto, Bandar Internasional Yogyakarta (YIA) memiliki Terminal Penumpang dengan luas sebesar 219.000 m2 yang dapat melayani 20 juta penumpang per tahun. Dengan nilai investasi sebesar Rp. 10,08 Triliun.

Untuk fasilitas sisi udara, runway bandara ini memiliki dimensi 3.250 m x 45 m dengan nilai PCN 93 F/C/X/T sehingga dapat melayani pesawat terberat seperti Boeing B-777 dan pesawat terbesar seperti Airbus A380.

Bandar Udara Internasional Yogyakarta saat ini melayani 20 rute domestik dan 2 rute internasional yaitu Singapura dan Kuala Lumpur serta memiliki potensi yang besar untuk menambah rute domestik (Manado, Kupang, Labuan Bajo) dan rute internasional seperti Jeddah, Madinah, Sydney, Melbourne, Hong Kong dan Bangkok.

Dalam aspek keselamatan, desain struktur bandara didesain untuk mitigasi terhadap gempa, tsunami, likuifaksi, erupsi abu vulkanik dan banjir dengan melibatkan panel ahli dari Jepang dan Tim Pakar Akademisi UGM, ITB, ITS dan UNDIP. Pada bandara ini juga dilengkapi bangunan Crisis Centre.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini