Pelajaran dari William Tanuwijaya Bertemu Investor Asing saat Bangun Tokopedia

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 455 2269102 pelajaran-dari-william-tanuwijaya-bertemu-investor-asing-saat-bangun-tokopedia-GVtKELwQde.png William Tanuwijaya (Foto: Instagram/@liamtanu)

JAKARTA - Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya menceritakan bagaimana sulitnya mencari investor saat mendirikan Tokopedia. Keinginan mendirikan Tokopedia dimulai pada 2007 dan terwujud pada 2009.

Menurut William tak sedikit yang mempertanyakan mimpinya yang dianggap terlalu tinggi saat mendirikan Tokopedia. Di sinilah dia menyadari, bahwa kepercayaan adalah hal yang sangat penting.

"Hingga akhirnya, saya bisa resmi mendirikan Tokopedia pada 17 Agustus 2009. Yang saya harapkan, Tokopedia bisa membantu pemerataan ekonomi digital di Indonesia, dan juga membantu para pelaku UMKM kita," kata William dalam Manager Forum XLIX MNC Group ke-49 bertajuk "Digital!! - Let's Boost The Digital Side" secara virtual di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga: Bos Tokopedia: Saya Lulusan Warnet 

Hal yang paling diingat William adalah bertemu investor asing namun dirinya tidak bisa berbahasa Inggris. Secara blakblakan William mengatakan, sang investor mengeluh tidak memahami apa yang dijelaskan William. Sang investor pun mengatakan bahwa William hanya membuang waktu saja.

"Saya tidak bisa bahasa Inggris, jadi saya kelilingi diri saya dengan orang-orang yang bisa berbahasa Inggris. Saya belajar dari mereka. Jadi saya hire orang-orang yang bisa berbahasa Inggris," kata William.

William Tanuwijaya lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 11 November 1981. Semasa kuliah, William juga sambil bekerja sebagai operator di warung internet (warnet). William sendiri merupakan lulusan Teknik Informasi Universitas Bina Nusantara.

"Saya selalu menganggap diri saya sebagai pengusaha kepepet atau entrepreneur by accident. Kalau orang lain lulusan universitas, saya bisa bilang diri saya adalah lulusan warnet," kata William

William menceritakan bahwa saat dirinya merantau di Jakarta, dia mengalami banyak rintangan berat, terlebih dengan kondisi almarhum ayahnya yang jatuh sakit. Alhasil, kuliahnya tertinggal dan William berjuang mencari nafkah dengan menjadi penjaga warnet shift malam selama 3 tahun, dengan bayaran Rp10.000 per hari.

"Saya belajar bagaimana membuat website, dan waktu itu belum masuk di kurikulum kampus. Saya juga bermimpi bisa bekerja di Google atau Facebook, namun tidak bisa karena kantornya di luar negeri. Hingga tahun 2007, saya melihat peluang membangun Tokopedia," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini