8 Fakta Bos PLN Dicecar soal Utang yang Bikin Mulan Jameela Kaget

Natasha Oktalia, Jurnalis · Minggu 30 Agustus 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 320 2269500 8-fakta-bos-pln-dicecar-soal-utang-yang-bikin-mulan-jameela-kaget-TRZIxn49tI.jpg Utang PLN Disoroti Anggota Komisi VII Mulan Jameela. (Foto: Okezone.com/Dok. PLN)

JAKARTA - Utang PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjadi sorotan. Bahkan Anggota Komisi VII Mulan Jameela mempertanyakan soal hal tersebut di dalam rapat bersama beberapa waktu lalu.

Mulan mencecar sejumlah besaran utang milik PLN. Utang tersebut digadang mencapai Rp694,79 triliun. Tentunya hadirnya utang tersebut membuat kinerja perseroan tidak akan sehat.

Okezone pun merangkum fakta utang PLN yang disemprot Mulan Jameela, Jakarta, Minggu (30/8/2020).

1. Utang PLN Ratusan Triliun

Besaran utang PLN yang mencapai Rp694,79 triliun. Merujuk laporan keuangan PLN kuartal I-2020, PLN memiliki utang jangka panjang Rp537 triliun dan utang jangka pendek sebesar Rp157,79 triliun dengan demikian total utang PLN menjadi Rp694,79 triliun.

2. Buat PLN Tidak Sehat

Dengan adanya utang PLN yang besar tersebut, Anggota Komisi VII Mulan Jameela menilai kinerja Perseroan tidak akan sehat.

"Jumlah itu membuat PLN tidak sehat," ujar Mulan, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

3. Utang PLN Dipertanyakan?

Mulan mempertanyakan komentar yang disampaikan Direktur Utama (Dirut) PLN Zulkifli Zaini yang menyebut, sebagian utang perseroan dialokasikan untuk pembangunan listrik 35.000 megawatt (mw).

"Utang perusahaan digunakan membiayai proyek infrastruktur listrik 35.000 mw, PLN tak punya dana sendiri sehingga melakukan pinjaman ke bank sebesar Rp100 triliun dengan tujuan membangun listrik," kata Mulan.

4. Terus Gimana Bayarnya?

Mulan meminta perusahaan penyedia jasa kelistrikan tersebut menjelaskan langkah yang akan dilakukan perusahaan untuk menutup utang. "Apa langkah yang akan dilakukan PLN untuk mengatasi utang tersebut?" papar Mulan.

5. PLN Menjelaskan soal Utang

Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) berharap agar pemerintah secepatnya melunasi utang subsidi listrik.

Harapan itu seiring dengan janji pemerintah kepada pihak PLN bahwa utang subsidi listrik akan dilunasi pada akhir Agustus atau awal September 2020.

"Kami sedang menunggu dengan berdebar-debar. Kami sudah dapat janji sebelum akhir Agustus ini dibayar, mudah-mudahan demikian," ujar Zulkifli.

6. Utang Jangka Panjang dan Pendek

Direktur Utama PLN Zulfikli menyebut dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya memiliki utang jangka panjang sebesar Rp530 triliun. Sedangkan utang jangka pendek sebesar Rp 150 triliun. Maka, dengan pelunasan piutang pemerintah hal itu sangat membantu dan mendorong kinerja perseroan.

7. Utang Pemerintah ke PLN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat utang kompensasi pemerintah kepada PT PLN (Persero) yang baru dibayarkan senilai Rp7,7 triliun. Utang ini merupakan uang yang harus dibayarkan pemerintah kepada perseroan sebagai kompensasi lantaran tidak melakukan penyesuaian tarif selama periode 2018-2019 sesuai fluktuasi harga.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Rida Mulyana mengatakan, jumlah utang tersebut senilai Rp45 triliun. Namun begitu baru dibayarkan Rp7,7 teiliun.

8. Pendapatan PLN Turun

PT PLN (Persero) mencatat pendapatan atau revenue dari penjualan listrik menurun hingga Rp3 triliun dalam satu bulan. Hal itu disebabkan dampak dari pandemi Covid-19.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyebut, pada 2019 lalu revenue listrik PLN bisa mencapai Rp25 triliun per bulan. Namun merosot tajam hingga ke angka Rp22 triliun. Itu terjadi lantaran permintaan listrik anjlok lebih dari 10% dibanding pada kondisi normal sebelumnya.

"Penurunan penerimaan listrik per bulan Rp3 triliun akibat Covid-19," kata Zulkifli dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Selasa (25/8).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini