Uang Beredar Meningkat 10,5% Capai Rp6.567,7 Triliun di Tengah Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 320 2270064 uang-beredar-meningkat-10-5-capai-rp6-567-7-triliun-di-tengah-covid-19-FbiR2iMomo.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Juli 2020 didukung komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Posisi M2 pada Juli 2020 tercatat Rp6.567,7 triliun atau meningkat 10,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,2% (yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan pertumbuhan M1 tercatat sebesar 13,1% (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 8,2% (yoy), didorong oleh peningkatan uang kartal dan giro Rupiah.

 Baca juga: Penukaran Uang Khusus Rp75.000 Laris Manis, Pasokannya Bagaimana?

"Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari 8,1% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 9,7% (yoy) pada Juli 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham tumbuh 4,9% (yoy) pada Juli 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 31,4% (yoy)," ujar Onny di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Juli 2020 disebabkan oleh kenaikan aktiva luar negeri bersih. Peningkatan aktiva luar negeri bersih tercatat sebesar 17,6% (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada Juni 2020 sebesar 12,1% (yoy).

 Baca juga: Lagi Ramai Tukar UPK Rp75.000, Ingatkah Kisah Haru Uang Rp10 Juta Rusak karena Rayap?

Saat ini, penyaluran kredit pada Juli 2020 tercatat tumbuh stabil 1,0% (yoy). Sementara itu, keuangan pemerintah tumbuh positif, meskipun mengalami perlambatan yang tercermin pada pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang melambat dari 43,0% (yoy) pada Juni 2020 menjadi 40,8% (yoy) pada Juli 2020.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini