Pailit, Perusahaan Benny Tjokro Terancam Delisting

Shifa Putri, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 278 2270780 pailit-perusahaan-benny-tjokro-terancam-delisting-kMhvrIGz1v.jpg Pailit, Perusahaan Benny Tjokro Terancam Delisting. (Foto: RCTI Plus)

JAKARTA - Usai tersandung kasus Jiwasraya, Benny Tjokro sang pemilik PT Hanson International Tbk atau emiten berkode saham MYRX kini terpaksa mendekam di balik jeruji besi. Bentjok, sapaan akrabnya, juga harus rela kehilangan perusahaan miliknya setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, pada Rabu (12/8/2020).

BACA JUGA : Perusahaan Benny Tjokro Dinyatakan Pailit, Ini Komentar BEI

Status pailit tersebut merujuk pada surat edaran yang disampaikan langsung oleh perusahaan kepada seluruh pemegang saham dan kreditur yang diterbitkan pada 28 Agustus 2020. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memberikan keterangan terkait hal yang menimpa Hanson International

“Terkait dengan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat serta keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan, dapat kami sampaikan bahwa atas hal tersebut, Bursa telah melakukan suspensi lanjutan atas efek Perseroan," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, kepada awak media, pada Senin (31/8/2020).

BACA JUGA : Hingga Agustus 2020, BEI Catat Dana Hasil IPO Sebesar Rp4,2 Triliun

Selanjutnya, mengenai delisting MYRX, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa Bursa akan terus memantau perkembangan terhadap seluruh proses hukum yang sedang dijalani oleh Perseroan.

Dalam sidang tersebut, pengadilan telah menyatakan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Hanson telah berakhir, dan memutuskan pailit. "Menyatakan PT Hanson International Tbk selaku Termohon PKPU/Debitor “Pailit” dengan segala akibat hukumnya," ungkap Direktur Hanson International Hartono Santoso, dalam keterangan resminya, di Jakarta, pada Senin (31/8/2020). (*)

(fad)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini