Saingi Bitcoin, Uang Kripto Ethereum Jadi Incaran Investor

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 622 2272139 saingi-bitcoin-uang-kripto-ethereum-jadi-incaran-investor-qV0SLkJKRC.jpg Bitcoin (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Harga Ethereum, cryptocurrency terfavorit setelah bitcoin menyentuh Rp7,13 juta pada pekan pertama September 2020. Ini merupakan harga tertinggi Ethereum dalam dua tahun terakhir. Kenaikan harga ini dikarenakan sistem decentralized finance/DeFi yang tengah digandrungi.

Harga Ethereum mencapai Rp7,13 juta di bursa INDODAX, Indonesia bitcoin dan crypto asset exchanger pada 2 Agustus 2020. Kenaikan harga Ethereum hampir 200% jika dilihat dari Maret 2020. Saat itu, harga Ethereum hanya Rp2,7 juta.

Baca Juga: Diburu Milenial, Ini 4 Fakta Seputar Bitcoin

CEO INDODAX Oscar Darmawan, mengatakan permintaan Ethereum meningkat drastis karena sistem DeFi yang sedang digandrungi. Permintaan Ethereum secara masif membuat harga juga meningkat secara drastis.

“DeFi mendorong permintaan Ethereum. Sehingga, harganya juga meningkat secara drastis. Sebagian besar jaringan DeFi dibangun di atas platform Ethereum,” kata Oscar Darmawan di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Ethereum adalah platform menyimpan aset uang dengan satuan ETH yang dikembangkan oleh Vitalik Buterin. Ethereum adalah cryptocurrency yang memiliki kontrak cerdas atau smart contract peer to peer. Saat ini, Ethereum masih sering diperbincangkan di dunia cryptocurrency.

Baca Juga: JPMorgan: Bitcoin Makin Diburu Milenial, Emas Disukai Generasi Tua 

Ethereum sangat berbeda dari cryptocurrency lain seperti Bitcoin, Litecoin atau bahkan Ripple. Ethereum adalah protokol blockchain untuk smart contract yang dijalankan mesin virtual Ethereum.

Pertumbuhan Ethereum diproyeksikan sebagai jaringan karena blockchain tidak hanya digunakan untuk kontrak dan transaksi pintar, tetapi aset kripto yang sebenarnya sering dibangun di atas blockchain Ethereum. Ini memberikan nilai tambah karena spekulasi seputar masa depan pasar crypto yang positif.

“Bahkan sebelum adanya DeFi, Ethereum menjadi salah satu topik paling hot di dunia crypto. Ethereum banyak dikatakan orang sebagai Bitcoin 2.0 sehingga perubahan teknologi Ethereum menjadi ke Ethereum 2.0,” jelasnya.

Sementara itu, Oscar Darmawan melanjutkan, DeFi merupakan ekosistem yang baru ditemukan di dunia blockchain dan cryptocurrency. DeFi merupakan jaringan peer to peer yang membuat orang-orang mendapatkan pendanaan dengan menjaminkan cryptocurrency.

Menurut Oscar Darmawan, pada awal tahun 2020 saja, orang-orang tidak pernah mendengar apa itu DeFi. Saat ini DeFi sedang digandrungi. Menurutnya, ekosistem blockchain dan cryptocurrency akan terus berkembang demi menciptakan iklim yang positif.

“Dulu orang-orang di dunia blockchain dan crypto saja tidak mengenal apa itu DeFi. Sekarang, banyak diperbincangkan dan digandrungi oleh pelaku crypto. Ini menandakan bahwa ekosistem blockchain dan crypto terus berkembang dan menjadi salah satu solusi permasalahan sistem finansial saat ini,” jelasnya.

Dia juga berpendapat, bukan tidak mungkin teknologi baru terus ditemukan dan banyak digunakan orang-orang di dalam sistem blockchain. Hal itu tentunya juga menambah pengetahuan dan minat orang-orang terhadap cryptocurrency seperti bitcoin, Ethereum dan lain-lain. Bertambahnya minat dan pengetahuan orang-orang membuat permintaan cryptocurrency meningkat yang juga berujung pada meningkatkan harga crypto.

“Berkembangnya terus teknologi di dalam ekosistem blockchain adalah salah satu alasan cryptocurreny menjadi komoditas investasi yang menarik,” jelas Oscar Darmawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini