Diburu Milenial, Ini 4 Fakta Seputar Bitcoin

Safira Fitri, Jurnalis · Sabtu 08 Agustus 2020 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 320 2259004 diburu-milenial-ini-4-fakta-seputar-bitcoin-ZwGg2VwZzU.jpg Bitcoin (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Saat ini, bitcoin tengah diburu oleh investor yang berasal dari kalangan kaum milenial. Kabarnya di masa pandemi tidak hanya emas yang sedang alami peningkatan harga, melainkan terjadi juga pada bitcoin.

Sebagai informasi, bitcoin merupakan salah satu bentuk mata uang kripto. Selain itu, beberapa institusi asing pun sudah mempergunakan bitcoin sebagai salah satu jenis pembayaran yang mereka terima.

Baca juga: Virus Korona hingga Brexit Buat Harga Bitcoin Melonjak

Seperti dilansir dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Sabtu (8/8/2020), bahkan tanpa disadari, anak-anak pun mungkin tidak asing dengan istilah bitcoin akibat beberapa permainan online yang mengharuskan pembayaran beberapa fiturnya dengan bitcoin.

Supaya tidak tertinggal pengetahuan, kenali lebih jauh tentang bitcoin dengan fakta-fakta berikut ini.

1. Bitcoin adalah Mata Uang Kripto Pertama

Bitcoin adalah mata uang digital pertama atau sekarang disebut dengan istilah cryptocurrency atau mata uang kripto, yang dibuat pertama kali oleh seseorang yang bernama Satoshi Nakamoto. Sosok Satosho Nakamoto ini masih misterius dan tidak ada konfirmasi yang akurat yang bisa menyatakan tokok ini benar-benar ada, atau hanya ciptaan fiksi belaka.

Baca juga: Bitcoin Anjlok 10% Imbas Diperiksanya Uang Libra Milik Facebook

2. Bitcoin Tidak Dikeluarkan oleh Pemerintah

Tidak seperti mata uang lain dalam suatu negara, bitcoin bukan alat tukar yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah atau badan perbankan manapun. Bitcoin dikeluarkan oleh sebuah organisasi yang memiliki otoritas yang terdesentralisasi. Nilai pasaran bitcoin sendiri sekarang sudah mencapai USD7 bilion atau setara Rp91 triliun.

3. Tidak Ada Bentuk Fisik yang Bisa Dipertanggungjawabkan

Bentuk bitcoin tidak ada fisiknya, melainkan hanya berupa pencatatan digital yang disimpan dalam cloud. Semua transaksi memiliki riyawat yang detail dan terperinci di semua buku atau istilahnya open ledger.

Setiap akun bitcoin memiliki lapisan verifikasi yang tinggi dengan tehnologi canggih, sehingga satu orang dapat memilki bitcoin tanpa takut akan di hack, sehingga kerap disebut memiliki tingkat keamanan sistem military-grade.

4. Penggunaan Bitcoin

Di berbagai negara lain, bitcoin diterima sebagai salah satu alat tukar. Selain itu, banyak juga yang menggunakan bitcoin sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan dari selisih nilai beli dan nilai jual, layaknya berdagang valuta asing. Setahun terakhir saja, kenaikan nilai bitcoin mencapai 1,126%.

Di Indonesia, bitcoin dilarang digunakan sebagai alat tukar yang sah. Bank Indonesia menegaskan, bahwa virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat harus menyadari bahwa bitcoin bukan merupakan alat transaksi yang sah. (kmj)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini