Sri Mulyani Pastikan BI Ikut Pikul Beban Negara hingga 2022

Rina Anggraeni, Jurnalis · Sabtu 05 September 2020 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 320 2273004 sri-mulyani-pastikan-bi-ikut-pikul-beban-negara-hingga-2022-mmKqDt4AhL.png Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)

JAKARTA - Pemerintah memastikan Bank Indonesia (BI) akan terus menjalankan skema berbagi beban atau burden sharing terkait pembiayaan negara hingga 2022

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pembagian beban ini dirasa perlu sebagai langkah extraordinary dalam menghadapi situasi akibat pandemi Covid-19.

"Hal ini dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 yang akan terus dilaksanakan sampai Tahun 2022," ujar Sri Mulyani secara virtual, Jumat (4/9/2020) malam.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ada Hambatan di Sistem KSSK 

Dia menjelaskan, saat ini terdapat dua jenis burden sharing yang akan dilakukan dengan bank sentral. Pertama, terkait pembiayaan Covid-19 di mana skema ini akan berakhir pada 2020. Sementara burden sharing skema kedua, yakni BI sebagai pembeli siaga (standby buyer) di pasar perdana, dan ini yang akan berlangsung hingga 2022.

“Burden sharing, di mana BI sebagai pembeli siaga atau standby buyer melalui lelang SBN pemerintah. Itu berlangsung sampai 2022,” katanya.

Menurutnya, burden sharing BI hingga 2022 tersebut telah sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2020, di mana defisit APBN diperbolehkan dalam batas di atas 3% dari PDB hingga 2022. Setelah itu, pemerintah akan kembali menjalankan kebijakan defisit anggaran maksimal 3% di 2023.

“Dengan mekanisme ini, pemerintah dan BI jaga disiplin fiskalnya, jaga kebijakan moneter dengan terus menjaga mekanisme pasar kredibel, dan menjaga kepercayaan para investor yang memegang, membeli instrumen SBN, baik secara ritel masyarakat Indonesia, maupun institusional, di dalam negeri dan global issuance,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini