Cerita Sandiaga Uno Kena PHK hingga Jadi Orang Terkaya

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 05 September 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 455 2273123 cerita-sandiaga-uno-kena-phk-hingga-jadi-orang-terkaya-39ZHkqvjQE.jpg Sandiaga (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nama Sandiaga Salahuddin Uno sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Sandi juga dikenal pernah menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta di tahun 2017-2018. Selain itu, Sandiaga Uno juga pernah masuk dalam daftar orang terkaya versi Forbes.

Tetapi, Sandi mengaku bahwa dirinya tidak memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha sebelumnya, hingga akhirnya karena terkena dampak krisis tahun 1997 yang membuatnya kehilangan pekerjaan dan memaksanya untuk membuat usaha.

"Saya sebetulnya enggak pernah bermimpi menjadi pengusaha, tapi di tahun 1997 terjadi krisis maha hebat dan saya kehilangan pekerjaan, saya di-PHK, akhirnya saya mengalami keterpurukan secara ekonomi dan harus survive dan bertahan. Saya bertahan dengan memulai membuka usaha dulunya usaha kecil malah cenderung mikro karena hanya tiga orang kami waktu itu," ujar Sandi dalam diskusi virtual, Sabtu (5/9/2020).

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Angka Kesembuhan Covid-19 di RI Lebih Tinggi dari Global 

Sandi menambahkan, bersama dua orang rekannya membuka usaha konsultasi bagi perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan di saat krisis, hingga akhirnya mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.

"Akhirnya usaha yang kita mulai bertiga melalui proses jatuh-bangun bertransformasi dari konsultan keuangan menjadi perusahaan investasi," kata dia.

Dengan mendirikan perusahaan investasi, Sandi menceritakan bahwa pihaknya memulai dengan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang baik dan dari segi prospek dikelola manajemen profesional tetapi mengalami kesulitan karena krisis ekonomi saat itu, dan akhirnya pihaknya memperbaiki kinerja keuangannya dan di penghujung proses perbaikan kinerja keuangan pihaknya menawarkan opsi kepada pemilik perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di bursa

"Di situlah kami mulai mengenal bursa di akhir 1990-an atau diawal tahun 2000. Pertama, kami membawa perusahaan IPO, kedua dan ketiga lama-lama kami melihat bahwa banyak sekali value creation atau proses pertambahan nilai yang bisa setiap pengusaha lakukan begitu mereka mencatatkan saham di bursa," ucapnya.

Dengan melantai di bursa, dia menyebut perusahaan akan mendapatkan modal melalui mainstreaming daripada fundraising yang dilakukan di bursa. Kedua, selain permodalan, dengan mencatatkan saham di bursa, perusahaan juga harus meningkatkan kompetensinya. dari segi laporan keuangan, tata kelola perusahaan dan harus memiliki bisnis model yang baik.

"Karena kita harus terus bertemu dengan investor dan menjanjikan prospek yang baik," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini