Perdana, Pertamina Ekspor 200 Ribu Barel Solar HSD ke Malaysia

Ferdi Rantung, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 320 2273373 perdana-pertamina-ekspor-200-ribu-barel-solar-hsd-ke-malaysia-5vksNhnTDn.jpg Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) V Balikpapan, selaku pemain hilir, melakukan penyaluran perdana atau ekspor produk High Speed Diesel (HSD) 50 PPM Sulphur ke Malaysia sejumlah 200,000 Barrels atau setara dengan 31,800 KL melalui kapal MT. Ridgebury Katherine Z.

Kapal yang mengangkut produk ini akan menempuh waktu 4-5 hari hingga sampai ke Malaysia dengan bernilai ekspor USD9,5 Juta.

General Manager Refinery Unit (Kilang) V BalikpapanEko Sunarno mengungkapkan, bahwa produk ini merupakan hasil dari fraksi diesel di Unit Secondary Kilang RU V Balikpapan, memiliki kualitas Sulphur 50 ppm atau setara dengan produk diesel standard Euro 4.

Baca juga: Pertamina Diminta Segera Selesaikan Proyek Kilang Tuban

“Tentunya akibat pandemic covid-19 menyebabkan adanya penurunan demand akan bahan bakar, milestone yang baik bagi kita Pertamina terkhusus RU V untuk berkomitmen mengupayakan keberlanjutan pasokan energi dan operasional kilang dengan menjawab tantangan dan demand pasar akan produk HSD tersebut,” katanya dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2020).

Selain produk diesel yang berstandar Euro 4 dan memiliki kualitas Sulphur 0.005-%S atau 50 ppm, produk ini memiliki kelebihan lain yaitu Cetane Index minimal 50 (Cetane Number minimal 53), dan flash point minimal 60 derajat Celcius.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa jenis BBM HSD 0.005%S ini sudah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no. 20 Tahun 2017, yaitu ditetapkan spesifikasi BBM jenis Solar memiliki angka Cetane Number minimal 51 dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm.

Baca juga: Premium dan Pertalite Dihapus, Harga Pertamax Bisa Disubsidi

“Patut berbangga, bahwa di Indonesia yang dapat memproduksi produk tersebut hanya RU V Balikpapan dengan kapasitas 200,000 Barrels per bulan dan RU II Dumai dengan kapasitas saat ini 100,000 Barrels per bulan,” tambahnya.

Dia berharap setiap insan Pertamina terkhusus di Kilang RU V untuk melakukan inovasi. Sebab, produk ini merupakan satu bukti bahwa kilang Balikpapan memiliki kemampuan untuk terus mengembangkan diri.

“Ke depannya, akan ada rencana ekspor kembali pada periode Oktober hingga Desember 2020, sejumlah 200,000 Barrels ( 31,800 KL) setiap bulannya dengan tujuan pasar internasional,” tutup Eko.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini