Pertamina Diminta Segera Selesaikan Proyek Kilang Tuban

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 320 2271258 pertamina-diminta-segera-selesaikan-proyek-kilang-tuban-QY87RrSGtt.jpg Pertamina Diminta Percepat Proyek Kilang Tuban. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta PT Pertamina (Persero) mempercepat proyek Kilang Tuban di Jawa Timur.

Arifin mengatakan, proyek ini merupakan satu dari tujuh proyek kilang yang ditugaskan pemerintah untuk dibangun oleh Pertamina. Diharapkan proyek kilang ini dapat dipercepat penyelesaiannya karena sangat dinanti-nanti oleh pemerintah.

Baca Juga: Premium dan Pertalite Dihapus, Harga Pertamax Bisa Disubsidi

"Pemerintah juga terus mendorong percepatan proyek Kilang Tuban. Saya berharap proyek Kilang Tuban juga dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan dan diharapkan, selesai pada tahun 2026 bahkan diharapkan dapat dilakukan percepatan," ungkapny, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Menteri ESDM juga mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan PT Pertamina dan Rosneft untuk mempercepat pembangunan kilang ini sesuai dengan waktu dan target yang sudah ditentukan.

Saat ini proyek Kilang Tuban berada pada tahap studi Engineering/General Engineerging Design (GED) dengan progres overall Basic Engineering Design (BED) mencapai 51,56%.

Baca Juga: Premium dan Pertalite Dihapus, Ini Kata Bos Pertamina

Proyek Kilang Tuban merupakan proyek yang sangat strategis karena pembangunan kilang minyak akan terintegrasi dengan petrokimia, dengan kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300.000 barel minyak per hari dan produksi petrochemical mencapai 3.600 kilo ton per annum (ktpa). Adapun nilai investasinya mencapai USD16 miliar. Selain itu, Kilang Tuban juga akan memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas Euro V (BBM ramah lingkungan), yaitu gasoline sebesar 80 ribu barel per hari dan diesel sebesar 98 ribu barel per hari.

"Saya yakin proyek ini menciptakan multiplier effect yang sangat besar karena target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, yaitu minimal 40%, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 20.000 orang," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini