Berani Pinjam Uang di Pinjol? Harus Terima Risikonya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 622 2273353 berani-pinjam-uang-di-pinjol-harus-terima-risikonya-wPL7NVzRMK.jpg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Kesulitan ekonomi karena pandemi membuat masyarakat terjebak oleh pinjaman online. Mengingat aplikasi pinjaman online menawarkan kemudahan dan kecepatan baik dari sisi persyaratan maupun pencairan dananya.

Ditambah lagi iklan pinjaman online juga kini semakin marak pada saat pandemi seperti ini. Dari mulai iklan di media sosial hingga lewat pesan singkat SMS setiap harinya selalu muncul.

Baca Juga: Naik 1%, Penyaluran Kredit Juli 2020 Capai Rp5.536,4 Triliun

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan jika ingin meminjam ke aplikasi pinjaman online, maka harus berani menanggung risikonya. Seperti menanggung bunga yang tinggi dan ditagih oleh debt collector jika tak juga membayar utang.

“Ada risiko yang harus kita hadapi seandainya enggak mampu mengembalikan cicilan itu,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (4/9/2020).

Menurut Andi, sebelum meminjam harus dipastikan terlebih dahulu kemampuan dari pembayarannya. Jangan sampai di tengah jalan justru mengalami gagal bayar.

Baca Juga: Anggaran Belanja Rp307 Triliun Jadi Angin Segar UMKM

"Bukanya yang penting saya minjem dulu ntar perkara urusan balikinya liat nanti. Itu berarti dalam arti kita sudah punya gambaran bahwa kita sebenarnya juga enggak mampu balikin kalau memang sudah berpikiran seperti itu jangan playing victim. Kita ditagih-tagih merasa jadi korban," jelasnya.

Sehingga menurut Andi, ketika mengalami gagal bayar dan ditagih jangan sampai da playing victim. Maksudnya, jika dari awal sudah dipikirkan jangan sampai ketika gagal membayar dan ditagih justru menyalahkan lembaga penyedia pinjaman online tersebut.

"Kita haru ingat itu dulu namanya minjem harus balikin mereka melakukan berbagai macam cara supaya pinjaman mereka tetap kembali keuntungannya. Ada risiko yang harus kita hadapi seandainya enggak mampu mengembalikan cicilan itu," kata Andi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini