Share

Ekonomi Indonesia Minus 5,32% tapi Tak Separah India

Michelle Natalia, Sindonews · Senin 07 September 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 320 2273781 ekonomi-indonesia-minus-5-32-tapi-tak-separah-india-Yig9euvYBS.jpg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret lalu sangat berimbas bukan hanya pada sektor kesehatan, tapi juga perekonomian global.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa Indonesia juga menjadi negara yang tidak terkecuali.

"Kita bayangkan, ada 213 negara terdampak, termasuk Indonesia. Namun perlu diperhatikan, meski di kuartal II 2020 ekonomi kita terkontraksi -5,32%, tapi kita tidak separah India," ujar Iskandar dalam 'Sosialisasi Virtual Permenko Nomor 15 dan Permenko Nomor 16 Tahun 2020 di Wilayah Jawa' di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Baca Juga: Pemerintah Anggarkan Rp37 Triliun untuk Beli Vaksin Covid-19 

Dia mengatakan, pada hari Jumat kemarin, India baru saja menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II mengalami kontraksi yang amat dalam.

"Ekonomi mereka terkontraksi hingga -29,3%, dibandingkan kuartal I di mana mereka tumbuh positif 4,4%. Ini terjadi juga karena mereka cepat sekali mengadakan lockdown, sehingga lonjakannya ke bawah sangat dalam," ungkap Iskandar.

 

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Hal ini berarti, lanjut dia, hampir sepertiga pertumbuhan tahun lalu India tergerus dengan adanya pandemi Covid-19. China, sebagai negara pertama yang terimbas pandemi, tumbuh positif di kuartal II meski mereka juga terdampak di kuartal I.

"Hal yang sama terjadi di Indonesia, meski kontraksinya tidak separah negara lain. Dari sisi sektoral, transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi terdalam -30,84% (yoy) disusul akomodasi dan Mamin sebesar -22,02% (yoy)," tambah Iskandar.

Kendati demikian, dia mencatat bahwa ada beberapa sektor yang masih bisa tumbuh positif meski ekonomi Indonesia terkontraksi.

"Ada sektor pertanian, infokom, jasa kesehatan, dan jasa keuangan. Perlu dilihat juga bahwa, recovery rate kita dalam pandemi Covid-19 adalah sebesar 71,4%, lebih tinggi dari recovery rate rata-rata dunia 68,8%," pungkas Iskandar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini