Menurut dia, jika kekuatan ekonomi domestik mampu menjawab tantangan tiga isu besar tersebut, maka perekonomian nasional bisa segera dipulihkan.
Teten juga fokus pada persoalan digitalisasi sektor koperasi dan UMKM, yang disebutnya sebagai solusi di masa pandemi. Ia berpendapat bahwa dari semua UMKM yang masih bisa bertahan selama pandemi, salah satunya adalah yang bisa terhubung dengan marketplace digital.
“Dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019, penjualan di marketplace digital naik hingga 26 persen, jadi tumbuh luar biasa; terutama produk makanan minuman, kebutuhan pokok, alat sekolah, dan keperluan untuk kesehatan. Dan sayangnya, dari seluruh UMKM, baru 13 persen yang terhubung ke matketplace digital,” katanya.
Untuk itu pihaknya mendorong lebih banyak UMKM masuk ke platform digital, terlebih saat ini tercatat 97 persen wilayah Indonesia telah terakses internet.
Pemerintah, kata Teten, juga menggulirkan sejumlah kebijakan khusus untuk memastikan UMKM tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19, di antaranya melalui berbagai program, yakni restrukturisasi pinjaman, bantuan subsidi bunga selama 6 bulan, dan subsidi pajak.