Kata dia, penelitian dan pengembangan Vaksin Merah Putih tidak hanya dilakukan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Beberapa lembaga penilitian seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Airlangga (Unair) turut melakukan penelitian dan pengembangan vaksin.
Baca Juga: 5 Fakta Vaksin Covid-19 Gratis bagi Peserta BPJS Kesehatan, Nomor 3 Gigit Jari
"Jadi pengembangnya dan kegiatan penelitiannya ada yang terbuat dari ragi atau dari dna, itu semua dari beberapa penelitian yang dilakukan di Indonesia," jelasnya.
Dia pun memperkiraan harga vaksin corona buatan dalam negeri sekira USD5 atau sekitarRp74 ribu (kurs Rp14.800 per USD).
"Untuk biaya, harganya masih terus bergerak karena masih terus dikembangkan. Tapi perkiraan dari lembaga Eijkman, dari lembaga awal, USD5 dolar per dosis,"jelasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.