Ekonomi RI Bisa Minus di Atas 3%

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Kamis 10 September 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 320 2275480 ekonomi-ri-bisa-minus-di-atas-3-bqU8b5yH83.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akhirnya memutuskan menarik rem darurat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dan mengembalikan PSBB seperti pada masa sebelum transisi. Langkah drastis ini diambil karena kondisi darurat pandemi Covid-19.

Lalu bagaimana dengan kinerja ekonomi? Pengamat ekonomi Piter Abdullah menilai, tanpa pengetatan PSBB resesi sudah diyakini akan terjadi. Apalagi dengan adanya diberlakukan kembali PSBB.

Baca Juga: Jakarta PSBB Total, MenPANRB: Seluruh PNS Kerja di Rumah

Pada masa PSBB, transmisi perekonomian sudah bergerak kembali walaupun masih sangat terbatas. Penyaluran kredit pun mulai tumbuh terutama dengan dorongan likuiditas dari Pemerintah. Namun, adanya keputusan PSBB ini maka akan berbalik melambat kembali. 

"Pertanyaannya akan berapa lama pengetatan ini berlangsung? Kalau lama, misal hingga akhir tahun dampaknya akan besar," katanya saat dihubungi di Jakarta Kamis (10/9/2020).

Baca Juga: Jakarta PSBB Total, Pengusaha: Baru Gigi Satu tapi Ngerem Lagi

Ekonomi akan benar benar kembali terpuruk malahan penyaluran kredit perbankan akan kembali terhenti. 

"Untuk kredit saya kira walaupun ada tekanan meningkat tapi rasio NPL Akan bisa diredam denga kebijakan restrukturisasi kredit," papar dia. Dengan demikian, memang penanggulangan wabah harus diutamakan sehingga diharapkan dengan pengetatan PSBB ini jumlah kasus covid benar benar bisa melandai.

Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III nanti? Menurut Piter, tanpa pengetatan PSBB diperkirakan akan minus 3% dan dengan pengetatan kembali PSBB maka diperkirakan bisa di atas 3%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini