Batal Diakuisisi, Tiffany Justru Gugat Louis Vuitton

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 11 September 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 320 2276188 batal-diakuisisi-tiffany-justru-gugat-louis-vuitton-uzwprw6AND.jpg Louis Vuitton Batal Akuisisi Tiffany. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)

JAKARTA - Ancaman tarif Amerika Serikat (AS) atas produk Prancis memaksa LVMH membatalkan rencana akuisi Tiffany. Padahal, kesepakatan ini berpotensi menjadi perjanjian termewah dalam sejarah.

 Perusahaan barang mewah asal Prancis ini mengumumkan bahwa mereka tidak dapat menyelesaikan kesepakatan bernilai USD16,2 miliar atau Rp242 triliun (mengacu kurs Rp14.800 per USD) yang diumumkan pada November lalu. Hal tersebut disebabkan sejumlah perisitiwa yang merusak proses akuisisi.

Baca Juga: 31 Negara Alami Resesi Imbas Covid-19, Berikut Daftarnya

Salah satunya adalah surat yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah Prancis yang meminta perusahaan untuk menunda proses akuisis Tiffany. Hal ini sebagai respon atas ancaman pajak Amerika Serikat atas Produk Prancis.

Seperti diketahui, Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan mengenakan tarif 25% pada produk Prancis, termasuk makeup dan tas tangan, sebagai bagian dari perselisihan mengenai pajak perusahaan digital. Meskipun pungutan tarif pajak masih ditunda hingga 6 Januari 2021 mendatang.

Baca Juga: Australia Resesi, Ekonomi Minus 7% Terburuk dalam Hampir 30 Tahun

CFO LVMH Jean Jacques Guiony mengatakan, pemerintah Prancis telah mengarahkan untuk menunda akuisisi setelah tanggal tersebut. Maka perusahaan pun tidak memiliki piluhan selain mengikuti keinginan pemerintah Prancis tersebut.

"Itu perintah pemerintah," katanya mengutip CNN, Jumat (11/10/2020).

Namun Tiffany mengatakan bahwa permintaan dari pemerintah Prancis tersebut tidak memiliki dasar hukum. Perusahaan AS itu mengatakan telah mengajukan gugatan di Delaware yang bertujuan untuk memaksa LVMH menyelesaikan kesepakatan. 

"Kami menyesal harus mengambil tindakan ini tetapi LVMH tidak memberi kami pilihan selain memulai litigasi untuk melindungi perusahaan kami dan pemegang saham kami," kata Ketua Tiffany Roger Farah dalam sebuah pernyataan.

Gagalnya kesepakatan tersebut membuat Saham Tiffany anjlok hampir 10% di New York. Sementara saham LVMH turun sekitar 1% di Paris sebelum kembali melemah.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini