Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atasi Covid-19 dengan Utang, Ya Wajar

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Sabtu, 12 September 2020 |14:31 WIB
Atasi Covid-19 dengan Utang, Ya Wajar
Rupiah (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ekonom sekaligus Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah menilai kebijakan pemerintah menerbitkan surat utang global atau global bond untuk kepentingan pemulihan ekonomi nasional adalah langkah tepat. Sebab di tengah pandemi global Covid-19 banyak negara dinilai menerapkan kebijakan serupa.

"Tapi mau tidak mau Pemerintah memang harus behutang. Semua negara untuk mengatasi Covid-19 dengan menerbitkan surat utang global baru," ujar Piter dalam Webinar, Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

 Baca juga: Rasio Utang RI Sentuh 34,5% dari PDB, Masih Aman?

Menurutnya, utang secara proporsional dinilai penting untuk membiayai berbagai program perlindungan bagi masyarakat serta pelaku usaha yang terdampak Covid-19. "Seperti membantu sektor kesehatan itu perlu uang. Kemudian juga bantuan sosial bagi pelaku UMKM," kata dia.

Meski demikian, pemerintah diminta tegas dalam mempertanggung jawabkan utang dengan meningkatkan realisasi berbagai program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

 Baca juga: Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp5.435 Triliun

"Seperti meningkatkan serapan berbagai sektor untuk pemulihan ekonomi nasional. Khususnya kesehatan, insentif usaha dan lainnya," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, penerbitan surat utang global atau global bond menjadi suatu hal wajar dilakukan di sejumlah negara-negara dunia. Penerbitan surat utang itu pun didasari untuk keperluan negara dalam melakukan pemulihan ekonomi.

 Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal II Tembus Rp6.078 Triliun

Dia mengatakan, penerbitan surat utang Indonesia sendiri dilakukan untuk menambah jumlah pembiayaan penanganan Covid-19. Sebab, beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak cukup jika terus-terusan dikuras. Oleh karenanya, butuh pembiayaan alternatif lain untuk menopang APBN.

Pemerintah menyadari jumlah penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak di tahun ini akan turun akibat pandemi virus Corona. Sementara, di satu sisi pemerintah harus memenuhi kebutuhan masyarakat dan menghidupkan seluruh lini bisnis baik, UMKM, dunia usaha yang telah tertekan akibat Covid-19.

"Kita pinjam dulu, pinjamnya bisa ke Bank Indonesia bisa ke dunia ke masyarakat supaya kita bisa membiayai tadi. Emangnya negara lain juga berutang? Ya iyalah," kata Menteri Sri Mulyani.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement