5 Fakta Polemik PSBB Jakarta, Orang Terkaya Indonesia Surati Presiden Jokowi

Natasha Oktalia, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 320 2276982 5-fakta-polemik-psbb-jakarta-orang-terkaya-indonesia-surati-presiden-jokowi-UIaE9NDyru.jpg Orang Terkaya Indonesia Tolak PSBB Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hanya saja keputusan tersebut dinilai tidak tepat.

Orang terkaya Indonesia Budi Hartono menyurati Presiden Joko Widodo. Dirinya meminta Presiden mempertimbangkan apa yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Okezone merangkum fakta-fakta terkait surat orang terkaya Indonesia kepada Presiden Jokowi:

1. Surat 'Cinta' 11 September

Orang terkaya Indonesia menyurati Presiden Jokowi pada 11 September. Budi Hartono meminta Presiden mempertimbangkan keputusan PSBB karena dinilai tidak tepat.

Baca Juga: Sri Mulyani Bayar Biaya Pasien Covid-19 di Hotel Berbintang

2. Budi Hartono Soroti Alasan PSBB

"Kami membaca di pemberitaan, Gubernur DKI Jakarta akan memberlakukan PSBB mulai 14 September 2020. Alasan atas pemberlakukan dikarenakan semakin besarnya kasus positif Covid-19, kapasitas Rumah Sakit di Jakarta akan mencapai maksimum kapasitasnya dalam jangka dekat. Menurut kami, keputusan untuk memberlakukan PSBB kembali itu tidak tepat," tulis surat Budi Hartono, tertanggal 11 September 2020 yang diunggah dari Instagram @petergontha, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga: Jakarta PSBB Total, Apa Kata Gojek?

3. Siapa Bilang PSBB Efektif Turunkan Kasus Covid?

Menurutnya, PSBB di Jakarta telah terbukti tidak efektif dalam menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi di Jakarta. Pasalnya, meskipun Pemerintah DKI melakukan PSBB, tingkat pertumbuhan infeksi tetap masih naik.

4. Kapasitas RS Penuh karena Covid Bukan Jadi Alasan

Kapasitas Rumah Sakit DKI Jakarta tetap akan mencapai maksimum kapasitasnya dengan atau tidak diberlakukan PSBB lagi. Hal ini disebabkan seharusnya Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat harus terus menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk menangani lonjakan kasus.

5. Saran Orang Terkaya Indonesia

Contoh, Port di Singapura membangun kapasitas kontainer isolasi ber-AC untuk mengantisipasi lonjakan dari kasus yang perlu mendapat penanganan medis. Fasilitas seperti ini dapat diadakan dan dibangun dalam jangka waktu singkat atau kurang dari 2 minggu karena memanfaatkan container yang tinggal dipasang AC dan tangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini