4 Pos Penting dalam Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 September 2020 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 622 2277519 4-pos-penting-dalam-mengelola-keuangan-di-tengah-pandemi-covid-19-3gML0WBXaK.jpg Pentingnnya Mengatur Keuangan di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Mengelola keuangan menjadi kunci untuk bisa bertahan hidup di tengah pandemi. Sebab, belum diketahui kapan penyebaran virus corona selesai dan di sisi lain semua sektor sudah terkena dampaknya.

Karena itu mengatur keuangan mesti jadi prioritas karena tidak ada yang tahu ke depan seperti apa. Sebab ada yang tiba-tiba terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan hingga dikurangi gaji bulanannya. Ancaman seperti ini yang diantisipasi saat ini.

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, dalam mengelola keuangan, pendapatan harus dibagi ke dalam empat pos. Pertama adalah sisihkan untuk cicilan utang, kedua adalah tabungan. Ketiga, asuransi dan terakhir untuk biaya hidup.

Baca Juga: Pekerja Dapat BLT Rp1,2 Juta tapi Kena Potong Gaji, Masih Mau Belanja?

“Pengeluaran seseorang itu menjadi empat ya, jadi yang pertama adalah cicilan utang itu prioritas pertama, kedua adalah tabungan dan investasi, ketiga adalah premi asuransi dan keempat adalah biaya hidup,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (14/9/2020).

Mengenai besarannya, lanjut Safir, dirinya lebih memilih untuk lebih fleksibel. Karena kebutuhan dan pendapatan seseorang masing-masing memiliki perbedaan.

“Nah sekarang pertanyaannya bagaimana cara membaginya? Cara membaginya adalah sebenarnya tidak ada satupun ukuran yang benar karena kalau setiap orang bisa beda-beda,” ucapnya.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta Jadi Penyelamat saat Gaji Dipotong Perusahaan

Namun sebagai gambaran kasar, untuk cicilan alokasikan anggaran sebesar 30% dari pendapatan. Kemudian untuk investasi, alokasi anggarannya adalah sebesar 10% dari penghasilan.

Kemudian untuk asuransi ada baiknya menyiapkan 10% dari penghasilan setiap bulan. Dan yang terakhir sisanya atau sekitar 50% diperuntukan untuk biaya hidup.

“Jadi kalau berapa banyak yang dibutuhkan. Paling maksimal 50% untuk biaya hidup,” ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini