Erick Thohir Tegaskan Pemerintah Tak Lockdown Bukan karena Pentingkan Ekonomi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 320 2278002 erick-thohir-tegaskan-pemerintah-tak-lockdown-bukan-karena-pentingkan-ekonomi-EKB2zvC0ah.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA  - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir kembali menyinggung tren ekonomi Indonesia yang dinilai lebih baik dari negara-negara G20. Hal itu dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada semester I 2020 yang lebih membaik di tengah pandemi Covid-19.

Erick menegaskan, tren ekonomi nasional cukup membaik di saat banyak negara lainnya mengalami kontraksi negatif hingga resesi pada semester I tahun ini, bukan berarti pemerintah Indonesia hanya memproteksi kepentingan ekonomi semata dan mengabaikan faktor kesehatan. Melainkan pemerintah mengambil kebijakan alternatif agar mampu mengakomodasi kedua sektor tersebut.

"Kita bisa lihat tren ekonomi (nasional), bahwa pilihan pemerintah untuk tidak lockdown, tentu bukan suatu keputusan yang seakan-akan memproteksi kepentingan ekonomi, saya rasa tidak. Karena kovid 19 semua negara tidak punya formula," ujar Erick, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: Orang Terkaya Tolak PSBB Jakarta, Ekonom: Pandangan yang Salah

Bahkan, dia mempertanyakan apa formula yang tepat dan ampuh untuk menangani dampak pandemi tersebut? Erick menyebut, perkara penangan Covid-19 dan dampaknya pada banyak sektor tidak memiliki formula baku yang dapat digunakan secara general atau bersama oleh banyak negara.

Fenomena non alam dan dampaknya ini, kata dia, justru ditangani dengan menggunakan formula dari masing-masing negara. Karena itu, formula pemerintah untuk tidak melakukan penguncian dan bertujuan mengakomodir kepentingan kedua sektor fundamental bagi masyarakat Indonesia tidak bisa dinilai hanya mementingkan ekonomi samata.

"Formula apa yang bisa menangani Covid-19 dengan pemulihan ekonomi? Formula masing-masing negara sangat berbeda karena memang belum perna terjadi kejadian seperti ini, di mana kesehatan sangat berdampak pada usaha, moneter, dan lain-lainnya," kata dia.

 

Sebelumnya, dalam orasi ilmiah Dies Natalis Universitas Padjadjaran melalui video conference pada, Jumat (11/9/2020) lalu, Erick berharap pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun bisa membaik.

Erick memaparkan, posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara G20 lainnya seperti AS, Perancis, dan India pada semester I 2020 sebesar -5,30%

Pada saat bersamaan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih terlihat baik dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia -17%, Filipina -16,50%, Singapura -13,20%, dan Thailand -12,20%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini