Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Impor Anjlok 24,19%, Indonesia Masih Tergantung Barang dari China

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 15 September 2020 |13:22 WIB
Impor Anjlok 24,19%, Indonesia Masih Tergantung Barang dari China
Logistik (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Impor Indonesia pada Agustus 2020 mencapai USD10,74 miliar mengalami kenaikan 2,65% dibandingkan Juli 2020 tercatat sebesar USD10,46 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) turun 24,19%.

Namun, di tengah penurunan tersebut Indonesia masih ketergantungan impor dari China.

 Baca juga: BPS: Impor Indonesia USD10,7 Miliar, Turun 24,1%

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan ada tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2020 adalah Tiongkok senilai USD24,72 miliar (29,90%), Jepang USD7,31 miliar (8,84%), dan Singapura USD5,41 miliar (6,55%).

Sedangkan, impor nonmigas dari ASEAN senilai USD15,61 miliar (18,89%) dan Uni Eropa senilai Rp6,61 miliar (7,99%).

 Baca juga: Kinerja Impor Indonesia Juli 2020 Turun 32,5%

"Impor pada Agustus ini secara yoy turun 24,19% yang dipengaruhi penurunan migas dan nonmigas," kata kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/9/2020).

Kecuk menjelaskan impor nonmigas Agustus 2020 mencapai USD9,79 miliar angka ini naik 3,01% dibandingkan Juli 2020, namun dibandingkan Agustus 2019 turun 21,91%.

"Begitu juga dengan impor migas Agustus 2020 senilai USD0,95 miliar atau turun 0,88% dibandingkan Juli 2020. Demikian pula jika dibandingkan Agustus 2019 turun 41,75%," katanya.

Peningkatan impor nonmigas terbesar Agustus 2020 dibandingkan Juli 2020 adalah golongan besi dan baja senilai USD89,2 juta (23,31%), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal, perahu, dan struktur terapung senilai USD60,8 juta (40,96%).

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement