Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ahok Bongkar Bobrok Pertamina dan Usulan Hapus Kementerian BUMN

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Kamis, 17 September 2020 |13:11 WIB
Ahok Bongkar Bobrok Pertamina dan Usulan Hapus Kementerian BUMN
Ahok dan Pertamina (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama menjadi topik perbincangan saat ini. Itu karena sejumlah komentarnya perihal perusahaan BUMN di sektor migas dan Kementerian BUMN.

Dalam tayangan di akun Youtube POIN, pada Selasa, 15 September 2020 kemarin, lelaki yang akrab disapa Ahok ini melontarkan komentarnya terhadap dewan direksi perseroan pelat merah itu. Mulai dari perihal komisaris hasil lobi-lobi menteri, komisaris titipan, utang pertamina, hingga perkara Perum Peruri meminta dana Rp500 miliar.

Pernyataan Ahok ini mendapat respons beragam dari banyak pihak. Ada yang mendukung, ada juga yang mencela. Bahkan salah satu anggota DPR menganggap Ahok tukang buat gaduh. Sebenarnya, kritik apa yang diutarakan Ahok soal Pertamina hingga membuat heboh publik?

Pertama, Direksi Hobi Lobi Menteri

Menurutnya, direksi Pertamina punya hobi lobi-lobi menteri. Pergantian direktur juga dilakukan tanpa pemberitahuan kepada dirinya sebagai Komisaris Utama.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris juga rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok.

Kedua, Dugaan Manipulasi Gaji

 

Lalu, adanya dugaan manipulasi gaji, dimana pejabat yang sudah tidak bertugas di posisi yang bersangkutan masih menerima gaji yang nominalnya sama.

"Orang yang dicopot dari jabatan dirut anak perusahaan misalnya gajinya Rp100 juta lebih, masak dicopot tapi gaji masih sama, alasannya dia orang lama, harusnya kan gaji mengikuti jabatan Anda, tapi mereka bikin gaji pokok gede-gede semua," kata dia.

 Ahok

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement