Jangan Hanya Fokus ke Resesi, Penanganan Covid-19 Harus Diutamakan

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279356 jangan-hanya-fokus-ke-resesi-penanganan-covid-19-harus-diutamakan-E733clVyef.jpeg Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Melemahnya daya beli masyarakat dan penurunan aktivitas UMKM merupakan hal yang mengkhawatirkan bagi perekonomian Indonesia. Proses pemulihan ekonomi di Indonesia akan berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan dengan melihat perkembangan pandemi dan situasi ekonomi hingga saat ini, resesi memang sangat sukar dihindari.

Baca juga: Hadapi Resesi, Sri Mulyani Ingatkan Agar Tak Terlena seperti Argentina

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun (kuartal III&IV) diprediksi masih akan terkontraksi, tapi Iebih dangkal dibandingkan Triwulan II," ujar Faisal di Jakarta Kamis (17/9/2020).

Namun menurutnya, jangan terlalu fokus pada definisi teknis resesi saja. Yang penting adalah bagaimana meredam dampak buruk terhadap perekonomian selama pandemi dan mendorong percepatan pemulihan ke depan. Dia memperkirakan, tahun 2021 besar kemungkinan pertumbuhan ekonomi kembali positif. Namun seberapa cepat pemulihan ekonomi akan bergantung pada kecepatan penanggulangan wabah.

Baca juga: Korban Jiwa Covid-19 Nyaris 1 Juta, Kesehatan Dulu Apa Ekonomi Bu Menkeu?

"Potensi pemulihan ekonomi kedepan memang ada tapi perbaikannya dilihat dari seberapa cepat pemerintah dalam penanganan wabah," beber Faisal.

Menurut dia, sebagian besar negara sudah berhasil meredam covid meski mendapatkan kontraksi ekonomi yang dalam. China juga sudah bisa menghindari resesi bahkan Vietnam tidak mengalami resesi sama sekali.

Ke depan potensi pemulihan ekonomi lebih cepat dari perkiraan dimana prediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan lebih baik di tahun 2021. "Tahun depan akan ada potensi pemulihan ekonomi dan bisa tumbuh positif. Stimulus usaha dan bansos harus terus dipertahankan sampai kondisi ekonomi pulih setidaknya sampai 2021," ungkap Faisal.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini