JAKARTA - Pemerintah kini tengah berusaha menekan impor buah jeruk dan meningkatkan produktivitas jeruk lokal agar mampu memenuhi kebutuhan domestik. Hal ini dilakukan seiring tingginya kebutuhan akan jeruk nasional.
"Diperkirakan sampai akhir 2020 produksi jeruk lokal Indonesia akan mencapai 3,2 juta ton. Jeruk-jeruk lokal seperti jeruk keprok dan siam merupakan komoditas andalan kita yang tidak kalah bersaing dengan cita rasa jeruk impor," tulis Instagram Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (18/9/2020).
Baca Juga: Kisah Pedagang Masker: Ketiban Untung hingga Kucing-kucingan dengan Satpol PP
Di samping itu, Indonesia sendiri memiliki banyak varian buah jeruk lokal dengan cita rasa yang tidak kalah dari jeruk impor. Oleh sebab itu untuk diketahui, berikut adalah jenis-jenis jeruk lokal yang beredar di pasaran.
Pertama, Keprok Terigas.
Jenis jeruk keprok terigas memiliki cita rasa manis dan segar. Nama lain untuk jeruk ini adalah keprok madu. Rasanya mirip madu ketika matang pohon. Selain itu, jeruk keprok terigas tegolong rajin berbuah dengan perawatan yang mudah.

Kedua, Keprok RGL.
Jeruk keprok RGL ini berasal asli dari Bengkulu. Warnanya oranye kekuningan dan memiliki cita rasa manis dengan kandungan air yang banyak membuatnya mampu bersaing dengan jeruk impor.