Kisah Pedagang Masker: Ketiban Untung hingga Kucing-kucingan dengan Satpol PP

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 455 2279906 kisah-pedagang-masker-ketiban-untung-hingga-kucing-kucingan-dengan-satpol-pp-CggwFkoaXK.jpg Pedagang Masker (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Pandemi covid-19 membuat semua orang memutar otak agar tetap memiliki pendapatan. Bagi Roni, menjual masker di kawasan stasiun adalah salah satu cara dia bertahan hidup di tengah pandemi covid.

"Sebentar, bang. Pindahin dulu," tiba-tiba, Roni (28) meminta para calon pembeli untuk menyudahi aktivitasnya ketika sedang memilih masker. Dia terlihat terampil mengangkut seluruh barang dagangannya untuk dipindahkan sedikit ke sisi dalam trotoar.

Baca Juga: Industri Benang Jahit Tetap Cuan saat Covid-19, Apa Rahasianya?

Dia terpaksa melakukan itu agar dagangannya tak diangkut oleh aparat Satpol PP DKI Jakarta. Lelaki yang sudah 12 tahun berdagang masker di sekitaran Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat itu mengaku kucing-kucingan dengan jajaran penegak Perda merupakan ritual yang lumrah.

"Kalau ada Satpol PP kita pindahin dagangannya agak ke dalam jalan. Kalau tetap di pinggir jalan nanti diambil sama mereka," kata Roni di lokasi.

Baca Juga: Kiat Bisnis Waralaba agar Kuat Lawan Covid-19

Lima menit berselang, beberapa aparat Satpol PP yang tadi nampak naik mobil sudah meninggalkan lokasi. Melihat keadaan itu, para pedagang kaki lima (PKL) pun kembali menggelar lapak di pinggir trotoar. Kawasan itu tak hanya diisi oleh penjual masker, tapi ada juga yang menjual makanan dan minuman.

Roni mengisahkan bahwa dirinya sudah mencari nafkah dengan berdagang masker sejak pandemi Covid-19 melanda seluruh negara di berbagai belahan dunia. Kata dia, masker memang selalu dicari bagi para pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL).

"Dari sebelum ada corona masker ini memang kerap dicari oleh pengguna KRL," kata dia.

 

Dia menjelaskan, saat pandemi Covid-19 baru melanda Indonesia, dirinya bisa meraup omset dalam sehari hingga Rp2 juta. Namun, itu hanya berlangsung sebulan hingga dua bulan saja.

"Saat ini sehari dapat Rp200 ribu saja sudah bagus," ujarnya.

Dia menambahkan, kebijakan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang sedang menyosialisasikan pelarangan penggunaan masker scuba dan buff tak memengaruhi penjualan masker miliknya. Sebab selama ini memang penjualan masker sudah mengalami penurunan, ketika dibandingkan dengan masa awal-awal pandemi dahulu.

"Sebelum ada larangan itu, penjualan masker pun memang sudah mulai menurun," kata dia.

Menurut dia, rencana pelarangan scuba dan buff tak lantas membuat usahanya langsung gulung tikar. Karena dirinya masih bisa menjual jenis-jenis masker kain lainnya yang dinilai aman dalam mencegah penyebaran Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini