JAKARTA - Pandemi covid-19 membuat semua orang memutar otak agar tetap memiliki pendapatan. Bagi Roni, menjual masker di kawasan stasiun adalah salah satu cara dia bertahan hidup di tengah pandemi covid.
"Sebentar, bang. Pindahin dulu," tiba-tiba, Roni (28) meminta para calon pembeli untuk menyudahi aktivitasnya ketika sedang memilih masker. Dia terlihat terampil mengangkut seluruh barang dagangannya untuk dipindahkan sedikit ke sisi dalam trotoar.
Baca Juga: Industri Benang Jahit Tetap Cuan saat Covid-19, Apa Rahasianya?
Dia terpaksa melakukan itu agar dagangannya tak diangkut oleh aparat Satpol PP DKI Jakarta. Lelaki yang sudah 12 tahun berdagang masker di sekitaran Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat itu mengaku kucing-kucingan dengan jajaran penegak Perda merupakan ritual yang lumrah.
"Kalau ada Satpol PP kita pindahin dagangannya agak ke dalam jalan. Kalau tetap di pinggir jalan nanti diambil sama mereka," kata Roni di lokasi.
Baca Juga: Kiat Bisnis Waralaba agar Kuat Lawan Covid-19
Lima menit berselang, beberapa aparat Satpol PP yang tadi nampak naik mobil sudah meninggalkan lokasi. Melihat keadaan itu, para pedagang kaki lima (PKL) pun kembali menggelar lapak di pinggir trotoar. Kawasan itu tak hanya diisi oleh penjual masker, tapi ada juga yang menjual makanan dan minuman.
Roni mengisahkan bahwa dirinya sudah mencari nafkah dengan berdagang masker sejak pandemi Covid-19 melanda seluruh negara di berbagai belahan dunia. Kata dia, masker memang selalu dicari bagi para pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL).
"Dari sebelum ada corona masker ini memang kerap dicari oleh pengguna KRL," kata dia.